Thank you very much for coming JUAL XIAOMI ACTION CAMERA GARANSI 6 BULAN 1,350jt dan accecories murah lengkap _ BAttre hp anda habis? charger ketinggalan? ditengah hutan? ga ada stop kontak? cuman bawa motor atau mobil? charger aja dengan alat ini saya jual 80k tambah pasang 10k arus DC dijamin powerbank anda walau habis bisa dicass dikendaaraan anda tanpa takut kehabisan daya battre anda kamera anda ,,, hubungi TELP SMS WA : 08982097922 area Yogyakarta Indonesia Magelang Klaten Solo click here and get your lucky

Wednesday, February 3, 2010

RF(Ricing Force)-Perang Tiada Akhir...Sampai Gila...

Ricing Force
Cerita Tentang Dunia RF ONLINE 
  • 01. Another Tales of Novus


    • PROLOG
      Dunia yang luas, galaksi yang tak terbatas. Jauh di dunia kita yang keberadaannya tidak diketahui dan tidak terjangkau oleh kita terdapat sebuah galaksi. Tersebutlah suatu planet di sistem tata surya galaksi tersebut, planet Novus. Planet yang kosong hingga beberapa waktu akhirnya datanglah 3 ras yang bermaksud menguasai planet tersebut.

      Accretia Empire (Kerajaan Accretia) merupakan bangsa cyborg. Dikarenakan lingkungan planet asal mereka yang keras, mereka terpaksa mengubah diri mereka menjadi badan buatan. Sekarang mereka telah meninggalkan daging mereka demi mengejar kesempurnaan dan mereka memandang rendah makhluk organik di semesta. Tubuh metalik mereka adalah yang terkeras dan teknologi merekalah yang paling tinggi. Karena merupakan bangsa mesin, Accretia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk mempelajari Force (Sihir). Meski tidak memiliki Force, mereka memiliki senjata perusak paling kuat yaitu Launcher.

      Bellato Union (Perserikatan Bellato) merupakan bangsa penemu. Dikarenakan grafitasi planet asal mereka, Bellato menjadi pendek. Mereka ahli dalam menggabungkan kreasi alat-alat dan senjata-senjata dengan Cahaya dari sihir semesta. Mereka memasuki perang dengan fisik yang kecil namun cerdik yang membuat mereka berpotensi menjadi yang terkuat. Sebelum menjadi Perserikatan, awalnya mereka adalah Kerajaan, yang mengambil alih setelah perang sipil Cora tapi dikalahkan oleh bangsa Accretia. Dibawah penderitaan kekalahan oleh kekuatan besar, namun mereka menunggu waktu yang tepat untuk bangkit lagi dan menjadi kekuatan yang perlu diperhitungkan sekali lagi oleh bangsa lain. Bellato yang ahli dalam produksi menciptakan MAU (Massive Armor Unit) untuk membantu mereka dalam perang, namun minimnya bahan membuat MAU diproduksi terbatas.

      Holy Alliance Cora (Aliansi Suci Cora) merupakan bangsa kuno. Bangsa yang berspiritual tinggi dan diberkati kemampuan sihir alam, mereka memandang rendah teknologi. Cora menghormati diri mereka sebagai bentuk penciptaan tertinggi. Terkenal ras yang elok, cantik dan paling ahli menggunakan Force, bahkan lebih hebat daripada Bellato yang memerlukan latihan. Dewa mereka adalah Decem, yang dipercayai memberikan kekuatan pada Cora sekaligus misi untuk menundukkan bangsa lain atas nama Decem dan menghilangkan galaksi berteknologi. Dalam perang ini Decem memberikan penjaganya kepada Cora supaya bisa menang dalam perang, yang dipanggil Animus.

      Planet Novus memiliki banyak bahan tambang khusus yang sangat berguna dalam hidup mereka. Karena tambang inilah akhirnya membawa perseteruan ketiga bangsa ke planet kecil ini. Perseteruan tiada akhir antara Kerajaan, Perserikatan maupun Aliansi dalam memperebutkan Tambang Crag (Crag Mine) dan mulai berusaha menguasai Chip Pengendali (Control Chip) bangsa lain. Rumor mengatakan siapapun yang memegang 3 Chip Pengendali dapat mengendalikan Penjaga Batu Suci (Holy Stone Keeper) yang membuat mereka leluasa untuk menggali di tambang tengah yang memiliki hasil yang lebih baik dibanding yang lain. 3 bangsa bertemu di planet Novus, 3 bangsa yang berasal dari planet berbeda. Akan seperti apakah nasib yang membawa mereka, atau nasib yang terjadi di planet Novus ini. Makhluk hidup di Novus yang beragampun sepertinya mulai gelisah sejak kehadiran ketiga bangsa yang bermaksud menguasai Novus ini. Kolonipun dibuat dan berbagai garis pertahanan diciptakan untuk menguasai daerah demi daerah Novus ini.

      Semua bermulai sekitar 32 tahun setelah ketiga bangsa menginjakkan kakinya di planet Novus. Cerita ini berawal dari seorang Accretia dan orang-orang yang terlibat dengannya dalam perjalanannya. Apakah perjalanannya merupakan suatu pelarian? Takdir? Atau mungkin pencarian?

    •  1. WHEN ALL STARTED

    • Koloni Accretia, siang hari. Hari itu merupakan hari yang panas, namun daerah sekitar koloni Accretia memang tidak pernah sejuk dan nyaman. Padang gurun mengelilingi daerah sekitar koloni membuatnya menjadi panas, meskipun tidak sebanding dengan daerah Cauldron Volcainc yang dikatakan bagaikan kuali neraka itu. Namun itu tidak masalah bagi mereka yang bertubuh mesin, jika terlalu panas tubuh mekanik mereka mampu menciptakan pendingin untuk menurukan suhu tubuh serta otak mereka.

      Dibagian atas Lembah Crater markas Accretia terdapat bergerombol bangsa Chooty, penduduk asli Novus, mereka berbentuk bulat, tiap-tiap memiliki warna yang cerah, bulu yang cukup lebat, serta memiliki intelegensi unik, namun tidak terlalu maju. Mereka bertugas menjaga pangkalan pesawat Kartela, pesawat transportasi yang siap mengantar bangsa lain ke Ether dengan membayar sejumlah uang, dari situlah bangsa Chooty mencari penghasilan.

      Siang itu Mitti, Chooty berwarna biru yang merupakan petugas tiket menikmati waktu luangnya dengan bermalas-malasan dihari yang panas ini. Namun dia dikejutkan dengan sepasukan Kerajaan. Pemimpin pasukan, yang memakai jirah tempur yang unik dan memiliki lambang di jubahnya, maju dan berbicara Tiket ke Ether untuk 23 unit. Mitti terkejut, sebelumnya belum pernah ada sebanyak ini Accretian yang menuju ke Ether, selain itu perlengkapan mereka seperti ingin perang, bukan berburu.

      Melihat lambang serta jirah itu, dia sadar siapa pemimpin pasukan, dengan agak ketakutan Mitti menyerahkan tiketnya sambil berkata IIni 23 tiket, totalnya 5.087.853 CP. Pemimpin pasukan menyerahkan sekantong uang dan mengambil tiket dari tangan Chooty tersebut. Lalu dia memerintahkan pasukannya untuk masuk kedalam, bahkan kata terima kasihpun tidak terdengar dari dia. Mitti langsung lemas begitu mereka semua sudah masuk kedalam Kartela.

      Patti, teman Mitti berwarna hijau yang dari tadi diam dan melihat kejadian tadi akhirnya berbicara Sepertinya ada yang aneh, biasanya hanya beberapa unit Accretia yang menuju ke Ether, namun kali ini sampai 23 unit. Ini benar-benar rekor. Mitti yang akhirnya sudah tenang menyambung Bukan hanya itu, pemimpin pasukan tadi dia merupakan Wakil Archon yang paling disegani dalam koloni. Kodenya LC-54, unit Assaulter, dan kudengar terakhir dia berhasil merebut chip pengendali milik Bellato. Patti terkejut dan bertanya Untuk apa dia memimpin pasukan sebanyak itu ke Ether? Mitti yang menatap pesawat Kartela berangkat dalam-dalam berkata Entahlah, hanya saja aku berharap tidak membawa kabar buruk ke bangsa kita yang lain.

      Dalam Kartela, yang meskipun dibilang kapal penumpang lebih terlihat seperti kapal kargo, terlihat kesunyian yang tidak biasanya. Tidak ada aura santai diantara prajurit-prajurit itu, bahkan kasino yang disediakan bangsa Chooty untuk bersenang-senang pun tidak disentuh sama sekali oleh mereka. Diantara 23 unit pasukan, 20 diantaranya terlihat berbeda dengan 3 yang lain. Mereka adalah unit Expert di dalam koloni ini yang masing-masing terdiri dari 5 Destroyer, Gladius, Gunner, dan Scout. Sedangkan 2 unit yang lain merupakan unit Elite, dan Wakil Archon sendiri adalah Master.

      Disalah satu sudut kapal duduklah Punisher Accretia. Dia terlihat berpikir dengan dalam. Kemudian salah satu unit mendekati dan menyapanya Yo, kalau kamu begitu terus bisa-bisa otakmu panas lho RX-75. Yang dipanggil menoleh sambil berkata Jangan mengatakan hal yang aneh-aneh GT-45. Seperti biasanya kamu memang santai, lebih baik pulang ini kamu mengecek dirimu. GT-45, begitu dia dipanggil, sembari duduk disamping RX-75 berkata Hei-hei, tidak perlu sewot begitukan. Kita memang bangsa mesin tapi bukan berarti kita harus kaku teruskan? Setelah duduk dia mengeluarkan senjatanya sambil memeriksanya dengan seksama. RX-75 yang memperhatikannya berujar Launchermu belum kamu ganti? Sebagai seorang Striker bukankah harusnya kamu mendapat Flame Thrower, senjata yang lebih baru? Tapi bukan berarti yang baru lebih baikkan? Ujarnya Lagipula Bazooka ini sudah bersamaku cukup lama, dia ini kesayanganku. Sama seperti pedang milikmu-kan. Setelah memandaginya sebentar, RX-75 lagi-lagi menundukkan kepala seperti berpikir keras.

      Tidak lama kemudian untuk mengusir kebosanan GT-45 akhirnya bertanya Sebenarnya kenapa Race Manager ingin kita menyerang ke Ether? Padahal selama inikan kita tidak pernah mempermasalahkan Cora maupun Bellato yang berada disana. RX-75 dengan enggan menjawab Kamu tahukan, sebenarnya daerah selatan Ether memiliki tambang? Oh maksudmu Aur Mine Zone (Daerah Pertambangan Aur)? Memangnya kenapa? Bukankah terakhir kudengar sama sekali tidak ada bahan tambang? Bahkan Pertambangan Crag sajapun sudah heboh bahan tambangnya Memang lanjut RX-75 Namun terakhir kudengar, kelompok Phantom Shadow elite menyelidiki daerah sana mengetahui rupanya muncul batu-batu tambang yang baru Wow dengan nada sedikit terkejut (yang sepertinya dibuat-buat sehingga membuat RX-75 agak kesal) GT-45 membalas Berarti maksud dari Race Manager adalah menginginkan kita untuk pergi menguasai daerah tambang tersebut? Tapi bukankah jarak Ether kesana sangat jauh? Kalau tanpa kendaraan khusus tidak mungkin kita bisa kesanakan? Karena itu memang bukan tujuan kita. Race Manager memerintahkan kita merusak terminal Kartela Bellato dan Cora yang ada disana, dengan maksud supaya mereka tidak menuju ke Ether dan tidak menyadari adanya bahan tambang baru di Aur, sehingga kita punya waktu untuk mencoba mengambil alih Aur. Dengan sedikit terkikik GT-45 menjawab Rupanya otak Race Manager bisa berpikir sejauh itu juga. Namun itupun segera dihentikannya, karena rupanya LC-54 sepertinya mendengar dan memperhatikan sikap GT-45.

      Daerah Ether yang berada diutara merupakan wilayah Great Kaza, wilayah disana selalu bersalju dan dingin. Great Kaza bukan satu-satunya daerah bersalju di Benua , pulau Deathfena, Virginland, Gomer Highland, serta Katan Olan semuanya adalah daerah bersalju di Benua . Suhu yang sangat dingin membuat hanya segelintir makhluk di Novus yang dapat bertahan disana, disinilah habitat asal Chooty. Begitu pesawat Kartela mendarat, pasukan-pasukan itu keluar dengan teratur didepannya berjalan LC-54 yang diikuti GT-45 dan RX-75.

      Begitu sudah keluar dari terminal Accretia, LC-54 memerintah pasukan untuk berhenti dan memberi petunjuk Kedatangan kita ke Ether adalah perintah dari Race Manager, beliau meminta kita untuk merusak terminal milik Bellato dan Cora. Oleh karena itu kita mulai dari Bellato. Kelompok Destroyer dan Gladius mendengar komando dari RX-75, kelompok Gunner dan Scout mendengar komando dari GT-45. Jika sudah mengerti bergerak menuju ke terminal Bellato.

      Sembari bergerak menuju terminal Bellato, GT-45 mendekati RX-75 bertanya Aku tidak mengerti, kenapa untuk menghancurkan terminal malah membawa pasukan-pasukan pemula seperti ini? Aku sedikit mendengar pembicaraan Archon dengan Wakil Archon Rupanya kamu penguping juga yah potong GT-45 sambil ketawa kecil, namun langsung diam melihat reaksi dingin RX-75 Archon mengatakan bahwa ini merupakan kesempatan untuk melatih pasukan pemula, dia juga mengatakan harusnya misi ini tidaklah sulit GT-45 menoleh kebelakang melihat pasukan-pasukan pemula itu menjawab Harusnyakan minimal ada Engineer dong, lagipula misi menyusup ini lebih cocok menjadi tugas Phantom Shadowkan Sambil mengacungkan 2 jarinya RX-75 menjawab 2 hal yang harus kamu tahu. Baik Engineer, Scientist maupun Battle Leader kita jumlahnya tidaklah banyak, tugas mereka sudah cukup berat untuk membuat persenjataan dan bersiap-siap untuk perang di Tambang Crag, lalu tugas kita menghancurkan bukan menyusup. Mengerti? Ow I See Jawab GT-45 pelan sambil mengangguk.

      Untuk menghindari kecolokan, kelompok mereka bergerak melewati Terminal Lockout menuju Terminal Bellato. Ketika mulai mendekati Terminal Bellato, LC-54 memberikan komando Ranger jaga jarak dan menyerang kearah terminall, sedangkan Warrior menyerang pasukan Bellato supaya mereka tidak mendekati Ranger, aku akan maju sendiri. Mengerti!!? SIAP!!! seru seluruh pasukan. Begitu sudah sampai ke poin yang dimaksud, sambil mengeluarkan Bazookanya GT-45 pun memberi perintah Kelompok Gunner keluarkan Launcher dan pasang Siege kalian, Kelompok Scout pasang perangkap di daerah sekitar. Setelah itu Gunner maju bersama Destroyer ke daerah musuh!!! Giliran RX-75 memberikan komando Destroyer ikut denganku, sedangkan Gladius menahan musuh supaya tidak mendekati Gunner Diapun mencabut pedang Estocnya Mengerti semua!!!!? SIAP!!!! jawab pasukan pemula tersebut. LC-54 menunjuk kearah Guard Tower Bellato dan berkata Mula-mula kita hancurkan dulu Guard Tower mereka, setelah itu sebisa mungkin kita hancurkan sekitar pintunya. Dengan begitu Bellato tidak akan bisa keluar dari Terminal. Setelah itu kita bergerak ke Cora. Mengerti!!? SIAP!!! jawab semua. Kalau begitu Sambil mencabut Sickle Knife dan Golden Protectornya, LC-54 berseru MAJU!!!!!!

      Siege Launcher yang sudah dipasang oleh Gunner maupun GT-45 mengeluarkan kemampuan mereka. Dengan cepat peluru tersebut menghantam Guard Tower tanpa bisa dideteksi oleh mereka. Begitu Guard Tower sudah hancur, pasukan Gunner mulai maju kedepan dan memasang Siegenya lagi, kali ini target mereka adalah pintu depan Terminal. Namun terjadi hal yang tidak disangka-sangka, dari dalam Terminal bermunculan banyak prajurit-prajurit Bellato, bahkan ada yang mengendarai MAU hitam. Melihat hal ini pasukan pemula mulai galau, namun RX-75 berteriak TIDAK PERLU TAKUT, UNIT GLADIUS SEBISA MUNGKIN MENAHAN MUSUH SUPAYA TIDAK KE GUNNER, UNIT DESTROYER MAJU HANCURKAN MAU. GT-54 pun bereaksi memberikan perintah GUNNER BANTU DESTROYER MENGHANCURKAN MAU, SCOUT PASANG BEBERAPA JEBAKAN DI SEKITAR JALUR PRAJURIT MUSUH.

      LC-54 sama sekali tidak peduli dengan apa yang terjadi di belakangnya, prinsipnya adalah Mereka adalah mereka, aku adalah aku. Meskipun begitu dia juga tidak menyangka jumlah musuh lebih banyak dari mereka, seolah-olah mereka sudah menduga akan hal ini. Dia menerjang kearah prajurit pedang sembari menahan hujan peluru dan panah dari prajurit yang membawa panah dan pistol. RX-75 sambil memberikan perintah tetap maju dan menghancurkan beberapa bagian MAU sambil dibantu oleh unit Gunner. Satu MAU berhasil dirobohkan dan dia membuka pintu kokpitnya, didalamnya nampak gadis Bellato yang pingsan. Seketika itu dia merasakan suatu perasaan yang aneh ketika dia menatap gadis itu. Belum sempat dia melakukan apa-apa terhadapnya datang pemuda Bellato menerjang kearahnya sambil menembakinya, tak ada pilihan dia harus mundur dari MAU tersebut. Dilihatnya pemuda itu mengeluarkan gadis tadi dari MAU yang sudah rusak itu, sepertinya dia berusaha memanggil nama gadis itu dan menyadarkannya Apa ini? pikir RX-75 Kenapa aku merasa ada sesuatu yang aneh? Padahal kita yang mesin harusnya tidak memiliki perasaan semacam ini Pemuda itu melihat kearah RX-75 dengan dendam sambil memakinya Apa yang sedang dikatakannya? Bukankah gadis itu belum mati? Lagipula kenapa dia harus marah hanya karena kehilangan prajuritnya? Tiba-tiba dari belakang ada misil yang datang. RX-75 berusaha menahannya dengan pedangnya namun gagal, misil itu rupanya berasal dari MAU yang lain. Usaha menahan misil yang gagal itu membuat RX-75 terpental cukup jauh. Tidak hanya lengan kiri dan pedangnya rusak, dia juga tidak sempat menahan kepalanya yang berakibat terbentur dengan batu raksasa. Benturan yang keras ini menyebabkan otak mekanisnya berhenti bekerja dan memaksa dia untuk mematikan sistem utamanya, namun dia sempat melihat MAU tadi berniat melepaskan tembakan kearahnya tapi GT-45 menembak MAU itu.

      .5.75 terdengar panggilan samar-samar, RX-75 berusaha untuk sadar dan membuka mata buatannya itu. Terdengar panggilan RX-75 anda tidak apa-apa? RX-75 melihat ke asal suara, rupanya yang memanggilnya adalah bala bantuan. Sepertinya salah satu pasukan mereka berusaha menghubungi koloni dan meminta bantuan, hanya saja kedatangannya sedikit terlambat. Aku tidak apa-apa jawab RX-75 sambil berusaha bangun dibantu oleh unit tadi. Setelah berdiri dengan mantap dia melihat sekeliling sambil memproses situasi yang dilihatnya. Nampak banyak puing-puing MAU yang rusak, bahkan beberapa diantaranya berserakan bagian-bagiannya. Selain itu juga terlihat mayat-mayat Bellato, sepertinya beberapa diantaranya yang masih hidup berhasil lari kedalam terminal untuk menyelamatkan diri. RX-75 melihat kearah pintu terminal dan dia menyadari ada yang aneh, Guard Tower yang harusnya sudah hancur rupanya muncul lagi, bahkan jumlahnya bertambah. Melihat sedikit kebingungan RX-75 unit tadi menjawab Sepertinya mereka berhasil membuat Guard Tower yang baru, meskipun bukan yang bagus, tapi dengan jumlah seperti itupun kami tidak bisa masuk kedalam terminal dan mengejarnya. RX-75 mengangguk mengerti, lalu dia melihat kearah pasukannya. Berapa sisa pasukan yang masih ada? Tanyanya Tidak banyak, dari 20 pasukan yang berangkat tadi hanya sisa 3-4 yang masih berfungsi, sisanya sudah tidak tertolong. Ujar unit tadi. Tiba-tiba RX-75 mengingat sesuatu Bagaimana dengan GT-45 dan Tuan Wakil Archon? Sembari mengeleng-geleng kepalanya dia menjawabGT-45 sudah tidak tertolong, meskipun tubuhnya masih utuh, namun sistem utamanya sudah rusak sama sekali. Sedangkan Tuan Wakil Archon Dia menunjuk kesosok yang berdiri diatas batu yang membelakangi matahari. RX-75 mengikuti arah tangannya dan berusaha memfokus lensa optiknya, dia melihat sosok LC-54 yang sudah rusak karena tubuhnya dipenuhi panah, lubang-lubang bekas peluru bahkan pedang dan tombak, namun sosok itu berdiri menahan tubuhnya dengan pedang seakan-akan tidak ingin jatuh.

      Kita harus pergi, karena tidak tahu kapan Bellato akan datang lagi. Ujar unit bantuan yang lain sambil menghampiri RX-75 dan unit tadi. Sambil membantu RX-75 bergerak mereka berjalan melewati puing-puing pasukan Accretia, diantaranya RX-75 melihat Bazooka milik GT-45. Tunggu, bisa tolong berikan senjata GT-45? tanya RX-75 Aku ingin membawanya jika senjata itu belum hancur. Salah satu unit bantuan tadi memungut dan memeriksa Launcher itu, setelah melihat beberapa saat dia menyerahkan ke RX-75 sambil berujar Tidak ada kerusakan yang begitu parah, mungkin masih bisa diperbaiki. Terima kasih Ujar RX-75 sambil menerimanya. Sambil berjalan dia melihat ke belakang dan mendapati pemuda Bellato dan gadis pilot MAU itu, mereka memang mati tapi sambil mendekap tangan dan baik pemuda itu maupun gadis itu mati tersenyum bahagia. Meninggalkan daerah itu RX-75 juga membawa segudang pertanyaan ke kepalanya, Padahal mereka mati, tapi kenapa sepertinya senang? Kenapa bisa merasa bahagia hanya karena mati saling mendekap tangan?

      Tapi dia tidak tahu kalau perasaan aneh yang dirasakannya ini merupakan awal yang akan membawa takdirnya keperjalanan jauh.

    •  2. DECISION

    • Hari berikutnya di koloni Accretia, RX-75, yang sudah mendapat perawatan, bersama Archon dan 3 Wakil Archon lainnya menghadap ke Race Manager untuk melapor, dihadapan Race Manager mereka berlutut dan menundukkan kepala. Race Manager Accretia berbeda dengan unit Accretia lainnya, ukurannya yang besar dan juga tidak bisa bebas bergerak karena badannya disambung langsung dengan server khusus. Dari sanalah segala jenis informasi, baik dari tiap unit maupun planet asal Accretia, mengalir kedirinya. Meskipun tidak bisa bergerak, dia masih bisa memberi perintah kepada unit lain langsung ke otak mereka ataupun lewat komunikasi.

      Kegagalan penyerangan kali ini disebabkan oleh serangan balik dari Bellato yang tiba-tiba. kata Race Manager Rencana kita tidak mungkin bisa bocor ke bangsa lain dengan mudahnya. Aku curiga mungkin adanya penyadapan atau pengkhianatan dalam sini. Bagaimana menurutmu AS-00? Yang ditanya langsung mengangkat kepala dan menjawab, dia adalah Archon yang terpilih sekitar 2 tahun yang lalu karena prestasinya yang gemilang. Menurutku ini mungkin suatu kebetulan, rasanya tidak mungkin bisa ada pengkhianat maupun ada penyadap, soalnya Portal kita diatur selain Accreatia bangsa lain tidak bisa mengaksesnya. Tapi bagaimana dengan penyusup? Tanya QG-92, salah seorang Wakil Archon Aku pernah dengar ada rumor di suatu tempat ada yang namanya Utopia, ketiga bangsa hidup damai dan berdampingan disana. Bisa sajakan ada Accretia dari sana yang menyusup masuk kesini dan menyebarkannya ke bangsa lain. Diam!! Bentak OP-52, Wakil Archon lainnya Ingat kalau segala hal tentang Utopia itu adalah terlarang untuk dibicarakan disini. Utopia. pikir RX-75 . LK-67 hanya mendengar diam, diantara semua Wakil Archon dia memang terkenal dingin dan tenang.

      Bagaimanapun kita tetap harus berhati-hati, untuk sementara ini aku akan melapor ke Kerajaan dan menunggu keputusan disana. Race Manager melihat kearah RX-75 berkata Kamu boleh istirahat dulu, jika ada keperluan lagi AS-00 dan yang lainnya akan memanggil kamu. Tinggalkan kami sendirian. Sambil berdiri RX-75 menjawab Aku mengerti. Berjalan pelan keluar meninggalkan ruangan, RX-75 mendengar AS-00 bertanya Bagaimana dengan posisi Wakil Archon yang kosong ini? Race Manager berpikir sebentar dan menjawab Nanti akan aku lakukan pemilihan secepatnya, kita tidak boleh membiarkan posisi Wakil Archon terlalu lama kosong. RX-75 mempercepat langkahnya karena merasa dia tidak boleh mendengar lanjutan pembicaraan ini, begitu sudah didepan pintu dia mendengar suara Kuaharap pertemuan ini tidak terlalu membebani kamu. RX-75 berbalik dan sedikit terkejut Pengajar.. Hei-hei, kan sudah kubilang panggil aku pelatih, kata pengajar itu rasanya sedikit aneh. Ujar unit tadi.

      Yang menjawab adalah TR-37, dia adalah pelatih yang melatih RX-75. Biasanya begitu ada unit Accretia dibuat mereka akan dipasangkan ke unit yang sudah berpengalaman, dengan begitu para pemula bisa belajar dari yang Elite. Bagaimana keadaanmu sekarang? Kematian Wakil Archon itu memang sedikit memukul mental beberapa pasukan. Meskipun dia itu sifatnya keras dan tidak peduli dengan yang lain, tapi dia cukup disenangi banyak pasukan Aku tahu, sebenarnya GT-45 senang ketika dia tahu dia dipilih dalam misi yang dipimpin Tuan Wakil Archon. Ujar RX-75. TR-37 yang mendengar sedikit nada aneh dalam kata-kata RX-75 menepuk bahunya dan menjawab Aku tahu kalau kamu dan GT-45 itu sangat dekat. Kalian itu menjadi pasukan Expert bersamaan dan juga kalian dikenal sebagai duo yang bagus dalam pasukan. Ayo berlama-lamaan disini juga tidak ada bagusnya. Ya

      Mereka berjalan menuju ke bagian tengah markas Accretia, tiba-tiba TR-37 berhenti sebentar dan berkata Oh ya, ada sesuatu yang ingin kuberikan padamu. Lalu dia berjalan ke tempat penyimpanan dan RX-75 mengikutinya dari belakang. Sesampainya disana TR-37 berbicara dengan penjaga, penjaga itu mengangguk dan mengeluarkan bunguksan. Dia menerimanya dan membayar ke penjaga itu sedikit uang. Ini ujar TR-37 sambil menyerahkan bungkusan ke RX-75 Coba dibuka. Dengan sedikit kebingungan RX-75 membuka bungkusan itu, didalamnya rupanya sebuah pedang. Pedang itu cukup besar dan sedikit unik. Dengan sedikit terkejut dia bertanya Inikan?? TR-37 sedikit mengangguk Pedangku yang dulu, Spadona. Memang bukan sangat baru, tapi didalamnya sudah dimasukkan Ignorant dan Chaos Talic. Selain itu pedang ini adalah Intense Sword, pedang yang lebih kuat daripada pedang biasa. Tapi pedang yang berharga ini diberikan padaku. RX-75 menjawab dengan sedikit nada menolak. Dengar kata TR-37 sambil mengajak RX-75 menjauh dari tempat itu Sebenarnya aku merasa kamu sudah cukup pantas menggenggam pedang ini dan dari dulu aku ingin menyerahkannya padamu. Lagipula pedang Estoc kesayanganmu sudah hancurkan? Jadi kupikir ini merupakan saat yang tepat. RX-75 jadi teringat kejadian di Ether, memang akibat berusaha menahan misil pedang Estoc-nya terbelah 2 dan tidak dapat diperbaiki lagi. Pedang itu merupakan pedang yang susah payah didapatnya ketika dia dan GT-45 masuk ke Battle Dungeon, dari sana jugalah Bazooka milik GT-45 didapat. Kedua senjata itu sangat spesial dan sangat berarti bagi mereka berdua. Aku mengerti, akan kuperlakukan pedang ini baik-baik. Jawab RX-75 sembari menyimpan pedang tersebut. Baguslah.

      Tiba-tiba dari arah portal masuk muncul 2 unit Accretia membawa wanita Cora yang pingsan. Kami menemukan dia jatuh di depan gurun Sette jadi kami pikir mungkin dibawa saja masuk, soalnya jarang bisa membawa bangsa lain sebagai sandera. Ujar salah satu diantara mereka dengan nada sedikit bangga. Langsung saja beramai-ramai unit lain mendekat untuk melihatnya dan berhiruk-pikuk, tidak ketinggalan RX-75 dan TR-37. Wanita Cora itu cantik seperti Cora-Cora lainnya, rambutnya panjang dan berwarna perak, kulitnya juga putih bersih. Dari bajunya sepertinya dia seorang Summoner atau Grazier Kata TR-37 sambil berpikir sedikit. RX-75 menyadari kalau wanita itu sebenarnya tidak sepenuhya pingsan, dia melihat mata wanita itu tidak tutup sepenuhnya melainkan agak menyipit. Selain itu badannya sedikit lecet dan senjatanya juga tidak ada. ADA APA RIBUT-RIBUT???!! terdengar teriakan dari arah ruang Race Manager. Rupanya itu adalah AS-00 dan ketiga Wakil Archon yang sudah selesai menjalani pertemuan dan keluar dari ruangan Race Manager. Langsung saja ruangan menjadi hening, dengan agak sedikit ketakutan salah satu unit tadi menjawab Kami melihat ada Cora yang pingsan, jadi kami membawa kedalam karena siapa tahu bisa diinterogasi dan dijadikan sandera. BODOH!!!! bentak OP-52 ke mereka BAGAIMANA KALAU ITU SEMUA ADALAH SANDIWARA DAN SUDAH ADA CORA YANG LAIN YANG BERJAGA-JAGA?? AKAN LEBIH BERBAHAYA KALAU SAMPAI DIA SUDAH DITEMPELI PENYADAP. DASAR OTAK KARATAN!!! Tersentak kaget sedikit, unit yang satu lagi membalas Tapi kami sudah memeriksa sekeliling, sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan yang lain. Lagipula kami sudah menggeledahnya, dia sama sekali tidak bersenjata dan tidak membawa yang aneh-aneh. KALIAN. OP-52 seperti hendak memukul mereka, tapi langsung dihalang AS-00 Cukup OP-52, jangan terlalu keras pada mereka. Dengan sedikit kesal OP-52 menurunkan tangannya dan mendengus marah, terdengar suara gerutu pelan yang berkata Sok Suci.

      AS-00 menatap ke wanita Cora dan berkata ke mereka Tindakan kalian memang sedikit berbahaya, jadi lain kali jangan melakukannya lagi. Mengerti?! SIAP!!! jawab kedua unit tadi dengan sedikit lega. QG-92 melihat sebentar ke wanita Cora itu, setelah menimbang-nimbang sedikit dia bertanya ke AS-00 Apa yang akan kita lakukan dengan dia? Untuk sementara ini kita kurung saja dulu, QG-92 kamu bawa dia ke kurungan dan pastikan penjagaannya ketat. Perintah AS-00. Siap jawab QG-92, dia lalu mendekati wanita Cora itu. AS-00 berpaling ke OP-52 dan berkata OP-52, kita akan membutuhkan Talk Jade jika ingin menginterogasinya, kalau kamu punya 1 coba dibawa. Huh, kurang kerjaan dengan sedikit kesal OP-52 meninggalkan mereka dan menuju ke tempat penyimpanan. LK-67 kamu ikut aku untuk melapor ke Race Manager. LK-67 hanya menganggukkan kepala. Lalu sebelum berbalik ke Race Manager AS-00 memerintahkan unit lain untuk bubar, akhirnya keramaianpun berkurang.

      Ayo kita juga pergi. Kata TR-37 sambil menepuk bahu RX-75. Seakan sadar dari lamunannya, RX-75 sedikit terkejut menjawab Oh ya tentu Mereka menjauhi tempat itu. Tapi RX-75 sempat menoleh kebelakang, dia melihat QG-92 membopong wanita itu kearah penjara. Sekilas dia melihat wajah sayu dan pilu wanita itu, lagi-lagi dia merasakan sesuatu yang aneh. Perasaan apa ini? Rasanya sedikit berbeda dengan kejadian Bellato kemarin, tapi kok rasanya dada ini sedikit aneh? Pelatih, tadi sepertinya Tuan Archon mengatakan tentang Talk Jade, apa itu? Tanyanya ketika mereka sudah agak jauh dan baik QG-92 maupun wanita itu sudah tidak kelihatan lagi. Oh Talk Jade yah. Jawab TR-37 Seperti yang kamu ketahui sejak kita mendapat batu tambang dari Crag, ketika diproses terkadang mendapatkan batu perhiasan khususkan? Oh ya kalau tidak salah Talic juga didapat dari proses batu tambangkan? Ya, batu Jade juga salah satu diantaranya. Dan dari semua Jade yang ada ilmuwan kita menemukan Jade yang sangat unik, Jade ini membuat kita bisa mengerti bahasa Cora atau Bellato dan juga dapat berbicara bahasa mereka. Akhirnya mereka menamakannya Talk Jade. Begitu rupanya.

      Lewat Portal, mereka menuju ke Armory 213. Disini merupakan salah satu benteng pertahanan milik Accretia, sekaligus tempat melelang barang-barang. TR-37 ingin RX-75 langsung mencoba pedang Spadona yang baru diberinya. Mereka berjalan melewati Padang Cruel menuju ke Gerbang Snatcher, salah satu tempat munculnya monster level Ace. Dalam perjalanan RX-75 memecahkan keheningan bertanya ke Pelatihnya Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan Race Manager terhadap wanita tadi? Sedikit bingung TR-37 berbalik bertanya Kenapa kamu bertanya begitu? Mendapat pertanyaan balik RX-75 sedikit salah tingkah Ah.. Maksud dari pertanyaanku anu bukan begitu kokaduh aku Cuma sedikit penasaran, karena kita sebelumnya belum pernah mendapatkan sandera bukan. Hm pikir TR-37 sedikit Benar juga, selama ini memang kita tidak pernah coba menangkap bangsa lain. Fiuh, aman kata RX-75 dalam hati. Yah mungkin dia akan meminta Archon dan Wakil Archon untuk menginterogasinya dengan sedikit siksaan jika tidak mau buka mulut. Jawab TR-37 dengan sedikit enteng. Eh!!? RX-75 sedikit terkejut Tapikan bagaimanapun dia sedang terluka, lagipula diakan wanita. Lagi-lagi TR-37 memandang RX-75 dengan aneh, lalu menjawab Dengar ya, Kerajaan sudah tidak sabar dengan penguasaan planet yang lamban ini. Jadi jika Race Manager masih berlama-lama seperti ini aku tidak tahu tindakan apa yang akan dilakukan Kerajaan padanya, mungkin menggantinya dengan yang baru atau malahan mereka akan langsung menghancurkan semua makhluk hidup termasuk kita. Jadi sekarang ini kita hanya bisa menggali informasi sebanyak-banyaknya dari wanita itukan. . RX-75 hening sejenak. Akhirnya ketika memasuki Gerbang Snatcher, TR-37 bertanya padanya Kamu yakin kamu tidak apa-apa? Kudengar kepalamu terbentur batu, apa kamu sudah periksa keadaanmu? Dengan cepat RX-75 membalas Tidak apa-apa kok, pemeriksaan kemarin mengatakan kalau tidak ada yang terlalu mengganggu. Hm ya sudah. Ayo kita berburu sedikit? ajak TR-37

      Malamnya di ruang masing-masing unit RX-75 sama sekali tidak bisa beristirahat. Dalam kepalanya tetap saja terbayang wajah pilu wanita Cora tadi, selain itu kejadian dengan Bellato sebelumnya juga masih terus terbayang sampai sekarang. Kemudian terbesit sesuatu yang sangat mustahil di pikirannya, yaitu membebaskan wanita Cora tadi. Utopia.. pikir RX-75 dalam-dalam, setelah berpikir lama-lama akhirnya dia bangkit. Dikumpulkannya barang-barang yang dibutuhkannya, lalu diambil pedang Spadona pemberian pelatihnya Pelatih maafkan aku ujarnya dalam hati. Terakhir dia menatap Bazooka milik GT-45 yang rusak, dia teringat ucapan Scientist kenalannya siang tadi Bazooka ini sudah tidak dapat diperbaiki lagi, meskipun kelihatannya masih bagus tapi bagian inti Bazooka ini sudah tak tertolong lagi. Lagipula untuk memperbaikinya dibutuhkan batu Lotalrio dan Lutaliun dalam jumlah yang banyak, itu juga susah untuk didapatkan. Meskipun begitu dia membungkus rapi Bazooka itu dan membawanya juga.

      Jika ingin kabur dari sini berarti aku harus mencabut pemancar milikku, dengan begitu mereka tidak akan bisa menemukanku. Pikirnya sambil menuju ruang perawatan. Dilihatnya pintu ruang perawatan terbuka dan tidak ada unit perawat, dia menuju ke komputer dan mengakses file peta tubuhnya. Setelah dapat dia menginputkan beberapa perintah ke komputer, mesin yang berada diruang kaca depannya langsung bergerak berbunyi. Dia mengambil panel remote dan berjalan kearah mesin itu, sebelum berbaring dia menekan beberapa tombol di panel itu lalu dilemparkannya. Setelah dia berbaring otomatis mesin itu bekerja membuka dada RX-75, setelah beberapa saat tangan mesin itu keluar dari dada RX-75 sambil memegang suatu kotak kecil. Terakhir tangan itu memperbaiki bagian-bagian khusus dalam dadanya, namun belum selesai perbaikannya unit perawat tadi sudah kembali dan terkejut melihat computer serta mesin operasi nyala. Dengan buru-buru dia bermaksud menghentikan kerja mesin itu, RX-75 yang bagian badannya belum selesai diperbaiki buru-buru menghantam unit perawat itu sehingga dia pingsan. Karena khawatir akan ada orang yang menyusul, dia buru-buru menutupi panel dadanya dan menghapus semua catatan operasi tadi.

      Dia lalu menuju ruang tahanan, dilihatnya ada penjaga disana Terpaksa begitu pikirnya. RX-75 mendekati penjaga itu dengan pelan lalu menikam dengan suatu cairan, cairan itu adalah cairan bius khusus yang diambilnya dari ruang perawatan. Langsung saja penjaga itu jatuh dan ditahan oleh RX-75, diletakkannya pelan-pelan badan penjaga itu untuk menghindari suara bising. Dia melihat nomor ruang tahanan wanita Cora tadi, lalu diambilnya kunci dari penjaga itu. Wanita Cora itu terkejut karena melihat pintu tahanannya terbuka, belum bisa dia apa-apa RX-75 mengisyaratkan dia diam. Dia mengajak wanita itu untuk ikut dia, awalnya wanita itu bimbang tapi akhirnya dia juga mengikutinya.

      Mereka menuju portal dengan mengendap-endap pelan, Beruntung portal masih aktif pikir RX-75. Dia masuk ke portal dan memilih tujuannya, Gurun Sette. Sesampainya disana dia menunjuk kearah portal Aliansi yang terletak jauh di barat daya dan berkata pada wanita itu Aku tahu kalau kamu tidak mengerti bahasaku, tapi aku memintamu untuk lari. Lewat tengah nanti kamu akan ke Reruntuhan Sette, pergilah ke barat daya maka kamu akan tiba di portal Aliansi. Lalu dikeluarkan Shot Gun miliknya dulu, diserahkannya pada wanita itu sambil berkata Bawa ini untuk berjaga-jaga, pelurunya sudah kuisi penuh tadi. Pokoknya usahakan tidak kelihatan Accretia. Wanita itu meskipun tidak paham bahasanya tapi dia tahu kalau RX-75 menyuruhnya kabur. Dia mengangguk dan mengambil pistol RX-75, setelah itu dia berlari kearah tengah. RX-75 menatap wanita itu sampai bayangannya hilang, lalu dia kembali mengakses portal dan menuju Tambang Crag, lalu dia berjalan ke selatan. Begitu sudah sampai di Dataran Tinggi Chilly, dia berjalan menuju timur sambil melihat ke peta miliknya. Aku berada di Dataran Tinggi Chilly , jadi aku berjalan ke timur dan menuju Pegunungan Kaplan. Petaku hanya bisa membantu sampai sana, setelah itu aku harus mencoba sendiri. Ucapnya setelah menutup peta hologramnya.


    • 3. THE NAME IS

      Perjalanan RX-75 tidaklah mudah, setelah melewati Pegunungan Kaplan dia tiba di Sheba Rowland. Hanya saja karena dia tidak memiliki peta daerah ini dia hanya bisa berputar-putar. Tiba-tiba dia merasa badannya sedikit sakit, teringat olehnya operasi yang belum selesai tadi sepertinya sudah mulai mempengaruhinya. Gawat jika sampai diserang monster. pikirnya sambil menahan sakit. Dari semak-semak tiba-tiba bermunculan bayangan, langsung saja RX-75 mencabut pedangnya bermaksud melindungi diri. Rupanya bukan monster melainkan bangsa Bellato, hanya saja mereka terasa sedikit berbeda dengan Bellato yang selama ini dihadapinya. Mereka sepertinya berhati-hati dengan RX-75, takut kalau dia menyerang. Sambil menahan sakit tubuhnya RX-75 berusaha memberi syarat damai pada mereka, tapi tubuhnya sudah mencapai batas maksimal sehingga dia jatuh. Sebelum dia menutup lensa matanya dia sempat mendengar Bellato berbisik-bisik dan melihat bayangan orang yang kelihatan begitu dihormati.

      RX-75 membuka lensa optiknya pelan, setelah bisa menyesuaikan diri dengan cahaya ruangan dia melihat sekeliling. Sepertinya dia dalam tenda, di sekelilingnya banyak peralatan-peralatan unik. Meski begitu dia menerka itu adalah alat-alat teknisi. Sudah bangun ya?? terdengar suara menyapanya dari depan. RX-75 berusaha untuk bangun sedikit agar bisa melihat siapa yang bicara. Yang berbicara tadi adalah seorang Bellato yang tampak berumur, meski begitu ketampanannya masih terlihat. Dia membantu RX-75 bersandar sambil berkata Pelan-pelan saja, kamu mengalami beberapa kerusakan ringan. Untung saja tidak begitu rumit untuk memperbaikinya. Terima Kasih ucapnya, sekali lagi RX-75 memandang sekeliling lalu hendak bertanya Ini? Kamu berada di tenda kerjaku. Setelah kamu pingsan, bisa dibilang begitulah, Pemimpin meminta supaya kamu diperiksa. Pemimpin? tanya RX-75 sedikit heran. Ya. Tiba-tiba pintu tenda dibuka, muncul seorang Bellato yang tampak cukup tua , wajahnya keras dan terasa aura bijak di sekelilingnya. Ah itu beliau katanya sambil mendekati yang dimaksud. Mereka berbincang beberapa lama, Sang Pemimpin mengangguk lalu meminta untuk ditinggalkan berdua saja. Bellato tadipun keluar dari tenda.

      Sang Pemimpin mendekati RX-75 lalu memperkenalkan diri Namaku Horad, Pemimpin kelompok nomaden Bellato ini. Siapakah namamu?? Aku Cuma dipanggil RX-75 dalam Kerajaan. Setelah memperkenalkan diri RX-75 baru sadar Tunggu, kenapa aku mengerti bahasa kalian? Akukan tidak membawa Talk Jade? Horad berjalan pelan kesampingnya sambil berkata Ketika memperbaiki kamu, aku meminta Axel, Bellato tadi, untuk memasang Talk Jade kedalam dirimu. Mulai sekarang kamu bisa berbicara dalam bahasa kami dan Cora. Bimbang sedikit RX-75 memberanikan diri untuk bertanya pada Horad Kenapa kalian menolongku? Bukankah aku ini musuh? Selain itu apa maksud anda dengan nomaden? Horad memandang ke mata RX-75, membuat dia bisa merasakan karisma Horad, menjawab Kami adalah kelompok Bellato yang sudah lelah akan perang panjang ini, jadi kami keluar dari koloni dan hidup sambil berpindah-pindah. Sebenarnya kami melihat kamu berjalan tidak tentu arah di daerah ini, awalnya kami kira kamu bermaksud memantau daerah ini sehingga kami sudah siap-siap. Tapi bisa kulihat kalau kamu terluka, jadi akupun berpikir kamu mungkin butuh pertolongan. Lagipula kami sudah tidak ada hubungannya dengan perang ini. Tapikan RX-75 berusaha untuk bangun sedikit lagi, tapi Horad menahannya Istirahatkan dulu tubuhmu. Setelah itu dia melanjutkan Aku tahu kamu tidak mungkin bisa menyerang kami, aku bisa melihat kedalam hatimu kalau kamu melakukan pencarian atas suatu pertanyaan.

      RX-75 sedikit terkejut lalu bertanya Bagaimana mungkin, aku hanyalah mesin sama sekali tidak berhati. Mungkin kamu merasa sedikit remeh, tapi makhluk organikpun belum tentu bisa memiliki hati. ujar Horad dengan suara yang berat Hati yang kumaksud bukanlah yang nyata, melainkan hanyalah penggambaran dan pelambangan. Katakanlah apa yang membebanimu hingga kamu melakukan perjalanan ke daerah yang tak terjamah ini? RX-75 menundukkan kepalanya lalu berkata Dalam perang yang kujalani, aku pernah melihat seorang gadis Bellato yang terluka dan seorang pemuda yang marah-marah hanya gara-gara itu. Tapi aku merasa ada yang aneh dengan diriku atas kejadian itu, aku yang harusnya tidak memiliki perasaan ini merasakan sesuatu seperti dada ini sakit. Setelah hening sebentar RX-75 bertanya kembali Kenapa pemuda itu harus marah hanya karena gadis itu terluka? Apa yang kurasakan sebenarnya? Horad berpikir sebentar lalu menjawab Pemuda itu marah karena gadis yang dilukai itu penting baginya. Penting? tanya RX-75 sedikit heran. Horad mengangguk sedikit lalu menjawab Ya. Mungkin karena bagi pemuda itu gadis tersebut adalah teman, kekasih, atau lebih dalam lagi yaitu keluarga. Aku rasa bagimu teman itu mungkin sudah tahu, tapi kekasih dan keluarga itu pastilah terdengar asing. Horad menunjuk keluar, RX-75 mengikuti arah yang ditunjuk. Memang pintu tenda tertutup, tapi dia masih bisa mendengar suara canda tawa yang bahagia dan hangat. Keluarga lanjut Horad Adalah mereka yang memiliki ikatan khusus dengan kita. Biasanya mereka yang dilahirkan dari orang tua yang sama itu adalah keluarga, tapi tidak terbatas itu saja. Kami bisa dibilang keluarga, bukan karena dari orang tua yang sama melainkan karena kami merasa kami memiliki perasaan dan kepentingan yang sama antar sesama. RX-75 mendengar penjelasan dengan sungguh-sungguh. Lalu Horad melanjutkan Sedangkan kekasih adalah pasangan pria dan wanita yang terikat dalam cinta, mereka merasa ingin saling melindungi, saling menyayangi dan saling mengasihi. Dari sanalah keluarga tercipta.

      Yang kamu rasakan disebut emosi. Emosi dimiliki oleh tiap makhluk, dan itulah yang mendasari seluruh tindakan yang dilakukan kita. Sedih, marah, takut, malu, cinta, bahagia, iba adalah contoh-contoh emosi. Dimisalkan jika ada teman, kekasih, atau keluarga ada yang terluka yang bersangkutan pasti akan marah dan kalap. Seperti yang dilakukan pemuda dalam ceritamu. Sedangkan yang kamu alami bisa dibilang adalah iba dan kasihan pada mereka, mungkin pada dasarnya kamu tidak ingin membunuh mereka. Jadi meskipun kamu mesin, tapi aku yakin kamu pasti memilikinya. Emosi. RX-75 teringat pemuda dan gadis itu, ketika mereka mati mereka saling mendekapkan tangan dan tersenyum. Mungkinkah itu bisa dibilang bahagia? pikirnya dalam hati. Hening sebentar dalam tenda membuat Horad memecahkannya dengan berkata Bagaimana jika kamu tinggal sebentar dengan kami? Tersadar dari lamunannya, RX-75 sedikit terkejut Eh? Tapi aku sedikit berbahaya. Bagaimanapun aku pikir orang-orangmu tidak akan setuju. Horad berjalan ke pintu tenda dan berkata Tidak apa-apa, aku melihat kamu masih sedikit susah untuk memahaminya. Tinggallah dengan kami sebentar sambil memahaminya. Dia mengangkat pintu tenda, tapi sebelum keluar dia berbalik sedikit dan berkata Oh ya, kamu salah tadi. Mereka bukanlah orang-orangku, tetapi mereka adalah keluargaku.

      Tak terasa sudah 10 hari RX-75 tinggal bersama perkumpulan Bellato tersebut. Selama itu dia tinggal di tenda Axel. Awalnya dia menolaknya karena merasa tidak enak merepotkan dia, tetapi Axel bersikeras ingin RX-75 tinggal karena dia ingin mencoba memahami struktur tubuh bangsa Accretia. Axel sudah menikah, dia memiliki istri yang bernama Anna, wajahnya nampak selalu segar, sifatnya lembut dan sangat memperhatikan keluarganya. Mereka berdua adalah Mental Smith, dimana keahliannya adalah mereparasi dan membuat barang. Mereka juga memiliki 2 orang anak, anak pertama perempuan bernama Irene yang sedikit manja serta keras kepala dan anak kedua laki-laki bernama Farrell yang ingin cepat dewasa agar boleh menggunakan senjata. Meski awalnya orang lain sedikit takut dengan RX-75, namun mereka sekeluarga sama sekali tidak takut, bahkan sangat akrab dengannya. Selama tinggal dengan keluarga Axel, RX-75 memperhatikan bagaimana kehidupan para nomaden Bellato tersebut. Para pria berburu dan mencari makanan, para wanita biasanya di tenda masing-masing menyiapkan keperluan keluarga, sedangkan anak-anak bermain dengan riang gembiranya. Meski adalah Mental Smith, Axel biasanya juga mengikuti para pria lainnya ikut berburu untuk kebutuhan pangan sehari-hari mereka. Tenda tempat tinggal mereka rata-rata sama, sebuah tenda bundar besar cukup untuk ditinggali 1 keluarga, beberapa keluarga kadang memiliki tenda khusus untuk sesutau, misalnya Axel yang memiliki tenda tambahan disamping tendanya yang dijadikan bengkel. Yang sedikit berbeda mungkin adalah tenda Horad, tenda miliknya lebih kecil sedikit dan desainnya berbeda. Horad tinggal sendirian, meskipun dia adalah pemimpin kelompok ini sedikit banyak dia juga berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri, meski beberapa keluarga sudah berusaha melarangnya untuk melakukan itu karena bagi mereka melayani Horad adalah suatu kehormatan bagi mereka.

      Selama tinggal bersama perkumpulan Bellato ini bukan berarti RX-75 tidak melakukan apapun. Setiap hari dia membantu mereka berburu, mengambil air, mengumpulkan kayu bakar, dan membantu mengangkat barang berat. Tentu saja bukan berarti sejak awal mereka langsung menerima bantuan RX-75, tapi melihat Horad dan keluarga Axel begitu menerimanya akhirnya merekapun mencoba berusaha untuk menerima RX-75. Suatu hari RX-75 yang sedang duduk dekat tenda keluarga Axel mengeluarkan Bazooka milik GT-45 yang dibawa sertanya, dia sebenarnya berharap Bazooka itu bisa diperbaiki. Axel yang muncul dari dalam tenda melihat Bazooka tersebut tertarik untuk memeriksanya, dia mendekati RX-75 sambil bertanya Itukah Launcher milik Accretia yang terkenal itu? Milikmukah? RX-75 berpaling sedikit, sambil mengangguk dia menjawab Bazooka ini bukan milliku, ini millik temanku yang sudah mati. Meski terlihat tidak terlalu rusak sebenarnya sudah tidak dapat diperbaiki lagi. Hm. Bisakah kulihat sebentar? RX-75 menyerahkan padanya. Axel memeriksanya dengan seksama, setelah beberapa saat dia berkata Memang rusaknya parah, tapi sepertinya bisa kuperbaiki.

      Merasa mendengar harapan sambil berdiri RX-75 bertanya Benarkah itu? Apa betul masih bisa diperbaiki? Sekali lagi Axel memeriksa sedikit lalu menjawab Memang bisa, tetapi mungkin saja agak berubah. Selain itu sepertinya didalamnya dipasang sesuatu yah? Tanyanya sambil menunjuk ke sebuah tombol unik. RX-75 menjelaskan Launcher biasanya dimasukkan Siege Kit, alat itu memang biasanya dikompresikan secara digital. Jika tombol itu ditekan Siege kit akan aktif. RX-75 lalu mengambil Bazooka tersebut dan mempraktekkannya, begitu tombol tersebut ditekan Siege Kit langsung terpasang. Axel terkagum berkata Betul-betul barang yang luar biasa. RX-75 mematikan kembali Siege Kit tadi dan kembali menyerahkan Bazooka itu ke Axel, kemudian dia berkata Jika bisa diperbaiki, bisakah anda tolong hilangkan lambang Kerajaan yang terdapat disamping Siege Kit tadi? Aku sudah lari dari Kerajaan dan sudah dicap pengkhianat, tidak harusnya aku masih membawa lambang Kerajaan disenjataku. Axel berpikir sedikit lalu menjawab Baiklah, akan kuusahakan semampuku. Terima kasih.

      Diantara semua orang, RX-75 paling digemari anak-anak. Hal ini dikarenakan Anna melihat RX-75 yang sedang senggang berkata Jika tidak ada kerjaan, bagaimana kalau kamu bermain bersama anak-anak? Mereka pasti senang mendengarkan ceritamu. Awalnya hanya Irene dan Farrell yang dekat dengannya, anak-anak lain takut mendekati RX-75. Tetapi lama-lama mereka melihat kedua anak itu begitu akrab dengan RX-75 membuat mereka memberanikan diri untuk ikut bermain. Akhirnya anak-anak lainpun senang bermain dengannya. Mereka sering meminta RX-75 menceritakan petualangan-petualangan yang dialaminya selama masih dalam pelatihan di koloni, maupun mengajak RX-75 bermain. Para orang tua juga awalnya tidak terlalu tenang melihat anak-anak dekat dengan RX-75, tapi akhir-akhir ini merekapun bisa merasa sedikit tenang karena selama bekerja ada yang mengawasi anak-anak tersebut. Suatu hari ketika RX-75 sedang duduk mengawasi anak-anak bermain disungai, Irene dan Farrell muncul dibelakang dan menutupi matanya sambil bertanya Coba tebak siapa? RX-75 menjawab Yang dikiri Irene yang dikanan Farrell, betulkan? Huh, tidak seru. RX-75 selalu bisa menebaknya dengan tepat. ujar Irene sedikit bersungut dan duduk disampingnya, sedangkan Farrell berlari ke sungai dan bermain dengan yang lain.

      Ketika sudah agak capek, Farrell tiduran disamping RX-75, pada saat itu Irene bertanya Kenapa sih namamu RX-75? Rasanya aneh begitu. RX-75 menjelaskan Kami begitu sudah diciptakan biasanya diberi huruf dan angka. Huruf dipilih secara acak tapi selalu terdiri dari 2 alphabet, sedangkan angka menunjukkan urutan keberapa pada hari itu dan selalu 2 digit dimulai dari 00. Biasanya kami maksimal hanya diciptakan sebanyak 100 unit, bahkan kadang-kadang tidak sampai sebanyak itu. Farrell yang dari tadi mendengarkan bertanya Berarti selain kamu ada yang namanya RX-01 dan seterusnya dong? RX-75 mengangguk Memang begitu, tetapi kadangpun aku tidak begitu mengenali unit-unit yang bernomor atas maupun bawah, karena bisa saja begitu kami tercipta belum tentu kami dikirim kekoloni yang sama. Irene terlihat sedikit berpikir, lalu bergumam Tapi bagaimanapun nama RX-75 sama sekali tidak bagus. Hening beberapa saat, tiba-tiba Irene berujar Aku tahu, bagaimana jika aku beri kamu nama yang baru? RX-75 berkata Kurasa tidak apa-apa, tidak perlu repot-repot begitu. Tidak boleh begitu dong. kata Irene dengan nada memaksa Bagaimana kalau. Raxion? Nama itu baguskan? Lagipula huruf R dan X diambil dari asal namamu, jadi tidak terlalu berubahkan? Raxion ya. RX-75 berpikir sedikit lalu menjawab Nanti aku pikirkan dulu. Irene berdiri menghadap kearahnya sambil meletakkan tangannya dipinggang dan menjawab dengan nada memerintah Harus kamu terima nama itu lho?! RX-75 akhirnya mengalah dan menjawab Baik baik, aku mengerti. Irene tersenyum penuh kemenangan.

      Esoknya RX-75 yang beristirahat di tenda bengkel milik Axel terbangun oleh suara ribut-ribut. Dia bangkit mengambil pedangnya, lalu dia keluar untuk melihat penyebabnya. Nampak perkumpulan Bellato tersebut berdiri mengerumuni bagian depan tempat tinggal mereka, rupanya agak jauh didepan berdiri Horad yang berhadapan dengan 3 unit Accretia. RX-75 dapat melihat lambang khusus tertempel di dada mereka menunjukkan adalah unit Elite. Terdengar salah satunya berbicara, dari nadanya sepertinya dia adalah pemimpin mereka Apapun yang kamu katakan percuma. Aku tidak peduli apakah kalian sudah keluar dari Perserikatan atau tidak, sekali Bellato tetap Bellato. Horad berkata Kami tidak ingin mencari masalah. Kami hanya ingin hidup dengan aman dan tentram, jadi kurasa tidak ada alasan kalian untuk menyerang kamikan? Melihat baik Horad maupun Bellato lain mengerti ucapan Accretia tadi, RX-75 berasumsi mereka membawa Talk Jade. Unit lain sudah agak tidak sabar dan mulai mengeluarkan senjatanya, dari senjatanya RX-75 menilai mereka adalah Mercenary dan Dementer. Unit yang berbicara tadipun mengeluarkan Tombak. Karena tidak ingin terjadi sesuatu RX-75 maju berteriak TUNGGU !!! Pandangan semua orang, termasuk Accretia tadi menuju kearah RX-75, unit tadi awalnya tidak mengenalinya tapi begitu RX-75 sampai didepan diapun memberi hormat, yang diikuti kedua unit lain, dan berkata Rupanya anda tuan RX-75, kami mendengar berita kalau anda diculik tahanan Cora. Tuan Archon dan Wakil Archon sudah memerintahkan beberapa unit untuk mencari anda.

      RX-75 bertanya pada mereka Apa kalian juga mencari aku? Unit yang dibelakangnya menjawab Kami hanya berjalan-jalan ke daerah ini karena sama sekali tidak terjamah. Ini merupakan suatu keuntungan bisa bertemu anda disini. Silakan anda pulang ikut kami. RX-75 melihat kearah Horad, lalu bertanya ke unit pemimpin tadi Apa yang akan kalian lakukan dengan mereka? Ketiga unit tadi terdiam sebentar, lalu unit pemimpin tadi menjawab Bagaimanapun juga kami tidak bisa membiarkan ada Perserikatan didaerah ini, jadi kami akan menghancurkan mereka semua. Mendengar itu Bellato-Bellato mulai berbisik-bisik, RX-75 menundukkan kepala terdiam sebentar. Unit pemimpin tadi mulai tidak sabar dan berusaha membujuknya Jika anda tidak ikut dengan kami, berarti anda dicap sebagai pengkhianat Kerajaan dan akan ikut kami hancurkan juga. RX-75 mengangkat kepalanya lalu menjawab Kalau memang begitu, lakukanlah. Ketiga unit dan Bellato-Bellato terkejut kaget, unit pemimpin tadi bertanya Kenapa? RX-75 menjelaskan Aku bukanlah diculik oleh wanita Cora itu, akulah yang membebaskannya. Mereka terkejut mendengar pengakuannya, kemudian dia melanjutkan Jika kalian meninggalkan mereka dan tidak melaporkannya ke Kerajaan aku akan mengikuti kalian, tetapi jika kalian berniat menghancurkan mereka maka aku tidak akan tinggal diam.

      Unit pemimpin mengangkat tombaknya lalu berkata Jika itu memang pilihan anda, maka kamipun harus bertindak. Kedua unit mengikutinya menyiapkan senjatanya. RX-75 mengisyaratkan agar Horad mundur dan mulai mengeluarkan pedangnya. Dementer dibelakang mulai menembak RX-75, tetapi semua peluru ditahan dengan pedangnya dan dia berlari maju ke Mercenary. Belum sempat dia berbuat apa-apa RX-75 sudah menebas putus kepalanya. Dementer tadi kembali menembakinya, tetapi RX-75 mengambil perisai Mercenary tadi untuk melindungi dirinya, lalu dilemparnya perisai itu kemukanya. Terhalang oleh perisai, RX-75 langsung mengambil kesempatan menebas Dementer dan perisai tersebut menjadi 2. Karena terlalu cepat unit pemimpin tadi baru sadar kalau kedua unit lainnya sudah tumbang, dia berbalik bermaksud menusukkan tombaknya ke dada RX-75. Dengan mudahnya RX-75 menunduk dan berlari kedia lalu menikam ke dada unit tersebut. Sebelum mati unit tadi berkata lirih Tuan RX-75 RX-75 mencabut pedangnya dan membiarkan tubuh tersebut jatuh sambil berkata RX-75 sudah mati. Namaku adalah Raxion.

      Bellato-Bellato tersebut sibuk bersiap-siap, bagaimanapun mereka sudah ditemukan Accretia jadi Raxion menyarankan agar mereka pindah. Di tubuh mereka terdapat pemancar, jadi Race Manager pasti sadar kalau 3 unit sudah mati. Cepat atau lambat dia akan meminta unit lain datang menyelidiki, jadi sebaiknya kalian berpindah. Raxion menjelaskan. Horad bertanya Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan? Jika ingin kamu bisa tinggal dengan kami, kamu sudah menyelamatkan kami jadi semua pasti akan menerima kamu dengan senang hati. Beberapa Bellato yang mendengarkan mengangguk tanda setuju. Raxion menggelengkan kepala sambil menjawab Terima kasih, tetapi itu hanya akan menyulitkan kalian semua. Jadi aku akan kembali berkelana. Seorang Bellato bertanya ke Horad sambil menunjuk ke sisa tubuh Accretia tadi Pemimpin, apa yang harus kita lakukan dengan tubuh-tubuh ini? Horad berpikir sedikit lalu menjawab Mungkin ada baiknya kita bawa sekaligus. Dengan begitu jejaknya bisa ditutupi Raxion melarangnya Jangan, terlalu riskan. Ada kemungkinan mereka masih dipasangi sesuatu, lebih baik tinggalkan mereka disini. Aku sudah mencabut Black Box mereka, jadi meski tubuh mereka ditemukan mereka sudah tidak memiliki rekaman tentang kejadian tadi. Untuk amannya akan kubawa dan nanti kubuang di tempat terpencil.

      Setelah beres-beres selesai, Bellato-Bellato berkumpul dekat Horad. Horad bertanya kembali Selanjutnya kamu mau kemana? Raxion melihat langit lalu menjawab Aku mau mencari Utopia. Tiba-tiba mereka berbisik-bisik, salah satunya berkata Aku pernah dengar tentang Utopia. Itu merupakan tempat legendaris yang tidak diketahui tempatnya, tapi kudengar rumor mengatakan tempatnya di timur. Meski begitu aku juga tidak terlalu yakin Timur betul-betul suatu kebetulan aku menuju kesana. pikir Raxion, lalu dia berkata ke Horad Sebaiknya kalian menuju ke selatan. Aku yakin daerah sana masih belum terjangkau Kerajaan, tapi kalian tetap berhati-hati. Horad mengangguk menjawab Tenanglah, meski bertemu monster kami masih bisa mengatasinya. Sambil bergerak akan kami tutupi jejak kami Axel dan keluarganya maju untuk mengucapkan salam perpisahan. Axel menyerahkan Bazooka milik GT-45, yang bentuknyapun sudah sedikit berubah, sambil menjelaskan Aku berhasil memperbaikinya, Bazooka ini bisa dipakai lagi. Aku memasang kristal khusus, jadi sekarang Bazookanya menembakkan peluru energi. Tetapi perlu diingat kalau ada batasannya, setiap kali dipakai kristal tersebut akan mengisi sendiri, tetapi tidak terlalu cepat. Aku memasang meteran energinya disamping. Axel menunjuk ke samping Launcher itu, nampak sebuah meteran digital dan angka 100%. Lalu Axel malanjutkan Jadi gunakanlah secara efisien. Dan sesuai permintaanmu aku sudah menghilangkan lambang Kerajaan yang terdapat disamping Siege Kit. Anna maju dan memberikan mantel berwarna coklat gelap Ini katanya Pakailah untuk membungkus badanmu. Dengan begitu setidaknya kamu bisa menyembunyikan senjatamu. Raxion mengangguk lalu memakai mantel tersebut, mantel tersebut panjang sampai ke kaki Raxion, dan ada kerudung untuk menutupi kepalanya. Anna melanjutkan sambil tersenyum Bahannya dari kulit monster khusus, meski lembut tapi cukup keras dan tahan air. Irene dan Farrell maju mendekatinya, Raxion berlutut dan memeluk kedua anak itu sambil berkata Terima kasih Irene atas nama yang kamu berikan. Setelah melepaskan mereka dia memegang kepala Farrell sambil berkata Farrell kamu harus cepat dewasa agar bisa melindungi kakakmu, mengerti? Ng.. jawab Farrell dengan tersenyum bangga, sedangkan Irene nampak sedikit mengangis tampaknya dia sedikit tidak merelakan kepergian Raxion. Melihat itu Raxion berkata Jangan bersedih, jika semua ini selesai aku akan mencari kalian. Aku janji. Irene menghapus air matanya lalu menjawab dengan suara bergetar Janji ya.

      Setelah Raxion berdiri, Horad mendekatinya menyerahkan sesuatu Bawalah, ini peta daerah timur benua ini. Raxion lalu mencoba mengkases peta tadi, nampak semua detil benua bagian timur. Dia menyimpan peta tersebut. Horad mengulurkan tangannya sambil berkata Kuharap kamu dapat menemukan jawaban yang kamu inginkan begitu sampai disana. Aku mendoakan keberhasilanmu, RX-75, maksudku Raxion. Raxion menjabat tangannya sambil berkata Terima kasih, aku juga mendoakan keselamatan kalian. Apa yang kalian ajarkan selama 2 minggu ini tidak akan aku lupakan. Berhati-hatilah. Horad mengangguk. Raxion mengawasi kelompok Bellato itu pergi sambil melambaikan tangan pada mereka, terdengar ucapan selamat tinggal dan kalimat dukungan dari mereka. Setelah bayangan mereka tidak nampak lagi barulah dia berjalan pelan ke timur. Meski sedikit, kuharap petunjuk ini benar. Aku tidak perlu buru-buru, waktuku juga banyak. pikirnya. Sekali lagi dia berbalik menghadap kearah kelompok tersebut sambil mendoakan keselamatan mereka.

    • 4. COMPANION

      Beberapa hari setelah mereka meniggalkan daerah perkemahan Bellato tersebut, sesuai dugaan Raxion muncul 5 unit penyelidik Accretia yang dipimpin TR-37. Mereka menemukan tubuh 3 unit sebelumnya tersebut, lalu TR-37 mulai melakukan pengecekan dan yang lain mencoba memeriksa daerah sekitar. Bagaimana tuan TR-37, apakah Black Box mereka masih ada? salah satu unit mendekati TR-37 dan bertanya. TR-37 mengamati tubuh-tubuh itu dengan seksama, dilihatnya bekas potongan dan menyentuhnya sedikit Ini. pikirnya. Lalu dia melihat kalau panel dadanya sudah terbuka, biasanya terdapat sebuah kotak segi enam di bagian kanan dalam dada tersebut namun kotak itu hilang. 2 tubuh lainnya juga sama. Black Boxnya hilang ujar TR-37 setelah memeriksa seksama, Siapapun yang membunuh mereka pasti mengambilnya. Unit-unit lainnya yang selesai memeriksa daerah itu kembali dan melapor Kami menemukan jejak seperti benda berat lewat, tapi ketika memasuki hutan jejak tersebut hilang. Sepertinya ada yang menutupi jejak tersebut.

      Apa yang akan kita lakukan tuan TR-37? Tanya unit lain. Belum sempat TR-37 menjawab tiba-tiba terdengar suara Bagaimana penyelidikannya? Mereka berbalik untuk melihat asal suara tersebut, rupanya yang berbicara adalah AS-00 yang memakai jubah Archonnya, serta merta mereka berdiri dan memberi hormat. Salah satu unit bertanya Tuan Archon, kenapa anda bisa kesini? Seharusnya pekerjaan ini diserahkan kepada kami saja. AS-00 berjalan mendekati tubuh-tubuh tersebut, unit lain langsung mundur memberikan jalan, sebelumnya dia melihat ke TR-37, mata mereka berpandang beberapa detik dengan cepat. AS-00 berjongkok dan memeriksa tubuh itu sambil berkata Sebenarnya aku tertarik dengan masalah ini, jadi aku kesini untuk tempat kejadian ini. Unit-unit lain saling berpandang tidak mengerti, lalu satu dari mereka bertanya Jangan-jangan anda sudah tahu siapa pelakunya? Mendengar pertanyaan itu TR-37 merasa tersentrum, sebenarnya ketika dia melihat bekas potongan pada perisai dan tubuh itu dia sudah bisa menebak pelakunya, RX-75. Karena dia yang mengajari RX-75 cara menebas dan beberapa teknik pedang, jadi dia tahu pasti cara memotong dan teknik yang dipakai untuk memotong perisai itu, meski begitu dalam hatinya dia berusaha menyangkal kalau pelakunya adalah anak didiknya.

      AS-00 melihat sedikit kearah TR-37 yang berdiri disampingnya, bisa dilihat ketidak-tenangannya. Sambil berdiri dia menjawab Sebenarnya sebelum terputus komunikasinya, Race Manager sempat mendengar kata-kata RX-75 Mendengar hal itu TR-37 bagaikan dihantam godam raksasa, namun dia berusaha tegar agar terlihat tidak terpengaruh oleh kata-kata itu, sepertinya hal itu tidak berlaku untuk AS-00 yang memandangnya. Unit-unit lain pun mulai berbisik, salah satu dari mereka berusaha menyangkal Tidak mungkin, tuan RX-75 tidak mungkin melakukan hal itu. Dia adalah idola kami dan panutan kami, tidak mungkin dia sampai tega membunuh orangnya sendiri bahkan dicap sebagai pengkhianat. Bukankah pemilihan Wakil Archon berikutnya dia juga dicalonkan? AS-00 berpaling kepadanya sambil berkata Aku mengerti, aku juga sebenarnya menyukainya bahkan aku juga sudah meminta Race Manager untuk menjadikannya Wakil Archon, tapi itulah kenyataannya.

      Mereka terdiam sebentar, tiba-tiba semak-semak di belakang AS-00 bergoyang, dan muncul monster. Salah satu unit terkejut melihat monster itu dan berkata Rook Snatcher, apa mereka memang ada disini? Rook Snatcher tidaklah sendirian, dia diikuti beberapa ekor snatcher lain. Mereka mengeluarkan senjatanya, TR-37 memegang Tower Axe miliknya dan bermaksud memberi perintah untuk menyerang, namun AS-00 menghalangnya dan berkata Serahkan saja padaku. AS-00 maju sambil mengeluarkan pedangnya, unit lain tercengang melihat pedang tersebut, begitu indah dan kuat namun mereka tidak mengetahuinya. Melihat itu TR-37 berkata Sudah lama tidak melihat Tuan AS-00 mengeluarkan pedang kesayangannya Strong Intense Hora Sword. AS-00 maju mendekati monster-monster itu, langsung saja Rook Snatcher dan bawahannya maju menyerang AS-00. belum sempat mereka melakukan apa-apa, AS-00 langsung mengeluarkan jurusnya yang menghantam tidak hanya Rook Snatcher, juga menghantam semua area sekitarnya. Jurus itu begitu kuat sampai menghancurkan area sekitar Rook Snatcher. Unit lain langsung terdiam melihat kehebatannya, Rook Snatcher mati dengan 1 kali serangan begitu juga bawahan-bawahannya. Jurus apa itu, aku belum pernah melihat jurus yang begitu kuat. Tanya salah satu mereka. TR-37 berkata dengan suara bergetar Onslaught, jurus Master Warrior, sejauh ini hanya Tuan AS-00 yang menguasainya. Ketika AS-00 berbalik membelakangi bangkai Rook Snatcher dengan jubahnya berkibar dan menyimpan pedangnya, TR-37 melanjutkan Tidak heran jika dia dijuluki The Genocider. Setelah mendekat, TR-37 bertanya Apa yang harus kita lakukan dengan tubuh ini? AS-00 memandang ke tubuh itu lalu berkata Sebisa mungkin bawa pulang tubuh-tubuh ini. Yang sudah tidak bisa tinggalkan saja. SIAP!! jawab mereka sambil memberi hormat.

      Merekapun berusaha mengangkat tubuh-tubuh dan membawa pulang, TR-37 mengangkat tubuh terkakhir dan AS-00 mengawasinya sebentar, dia berbalik dan sebelum meninggalkannya dia berkata Aku tahu kau pasti sudah menduga kalau pelakunya adalah anak didikmu dan sekarang ini kamu pasti punya beban pikiran. Tapi aku peringatkan apapun yang kamu lakukan jangan sampai mengikuti dia kalau tidak ingin mati. Mengerti? TR-37 yang mendengarkan sambil berdiri berkata Aku mengerti. Pelatih. Kemudian mereka meninggalkan tempat itu. TR-37 membalikkan badannya ke timur dan berkata dalam hati RX-75.

      Raxion bergerak ke tenggara, menurut peta miliknya jika ingin ke ujung timur dia harus ke tenggara dari Sheba Rowland dan melewati Bud Plateau barulah bisa tiba di Amanus Peninsula. Black Box milik ketiga unit Accretia sebelumnya sudah dikuburkan. Dia menyusuri hutan sudah cukup lama, meski begitu sepertinya belum kelihatan ujung hutan tersebut. Tidak jauh darinya muncul 2 bayangan, bayangan-bayangan tersebut mengawasi Raxion. Salah satu bayangan berbisik ke bayangan lain Dengar yah, begitu kuberi aba-aba kamu langsung menyerang dia, setelah itu kubantu dari belakang. Bayangan yang dibisiki mengangguk. Sebenarnya Raxion bukannya tidak tahu kalau ada yang mengintai, tapi dia berusaha diam dahulu. Meski begitu tangannya sudah mengenggam Spadonanya.

      Tiba-tiba terdengar teriakan keras SEKARANG!! Satu bayangan melesat kearah Raxion, langsung saja Raxion mengeluarkan pedangnya dan menahan serangan tersebut. Melihat sosok yang menyerangnya, Raxion terkejut dalam hati berkata Animus Paimon? Tiba-tiba datang pedang es raksasa sampingnya, Raxion langsung melempar Paimon dan melompat menghindar serangan Force itu. Sepertinya penyerangnya terkejut, tapi Raxion tidak memberi kesempatan dan langsung saja dia mendekat HAH!! dihancurkan pohon-pohon yang menghalanginya dengan jurus Hysteria, bayangan itu terjatuh kebelakang. Ketika Raxion bermaksud mengeluarkan jurus Death Hack-nya, bayangan itu mengulurkan tangannya sambil teriak sedikit Whoa stopstopstop!!!!

      Untungnya pedang Raxion tertahan oleh pedang Paimon, sehingga jurusnya tidak keluar. Raxion menarik kembali pedangnya, tapi tidak disimpan untuk berjaga-jaga. Bayangan itu berdiri dan berkata Rupanya orang, maaf aku salah menyerang. Dia kemudian memberi perintah ke Paimon Pateus ayo mundur Paimon-pun mundur ke sampingnya. Setelah dia berdiri Raxion bisa melihat rupanya yang menyerang dia adalah pria Cora, berambut putih agak acak-acakan, bermata putih keabu-abuan dan tampangya seperti orang santai. Ketika Cora itu maju Raxion bertanya Kenapa kamu menyerangku? Sambil minta maaf Cora itu berkata Maafkan aku, ketika melihatmu yang memakai kerudung aku kira monster tipe baru, jadi aku ingin menelitimu.

      Memang mantel pemberian Anna terbuat dari kulit monster, jadi tidak heran dia bisa salah kira Raxion menyimpan pedangnya dan membuka kerudung kepalanya. Dia berkata pada Cora itu Aku juga minta maaf, hampir saja aku membunuhmu. Cora itu sedikit tertawa berkata Tidak apa-apa, dalam hidup kita memang cukup sering melakukan kesalahan. Tapi sedikit lagi mungkin aku akan ke samping Decem. Tapi aku tak menyangka kalau kamu Accretia Lalu dia mengulurkan tangan dan memperkenalkan diri Namaku Vinze Spiritual Grazier dan dia Pateus. Raxion juga mengulurkan tangan dan berkata Aku Raxion Warrior Punisher. Raxion melihat kearah Paimon dan bertanya Kenapa kamu memanggil Paimon dengan nama Pateus? Karena bagiku dia adalah teman, dan tidak mungkin kan kita memanggil teman dengan julukan? jelas Vinze. Jadi kamu juga menamai Animus-mu yang lain? Tentu saja. Ujarnya sambil mengeluarkan Animusnya yang lain.

      Kenalkan Innana Ilia, Isis Imina, Hecate Heidi. Dikenalkan semua Animusnya satu-persatu. Raxion hanya sedikit terdiam, lalu berkata Baru kali ini aku melihat ada Cora yang begitu rajin menamai setiap Animusnya. Vinze tertawa terbahak-bahak berkata Terima kasih atas pujiannya. Animus lainpun hanya bisa terdiam, dalam hatinya Raxion berpikir Jika bisa ngomong entah apa yang akan dikatakan Animusnya. Setelah Vinze menyimpan Animus miliknya, Raxion kembali bertanya Apa yang kamu lakukan di tempat seperti ini? Vinze menjawab dengan sedikit menunduk Sebenarnya aku sedang menuju ke timur, tapi. Tapi.? Aku kehilangan petaku, hahahaha. Raxion hanya bisa menggeleng-geleng, lalu dia menawarkan Kebetulan arah kita sama, bagaimana kalau kamu juga ikut? Vinze menggenggam tangannya dengan semangat sambil sedikit menangis Terima kasih banyak.. Sepertinya aku bertemu dengan orang menarik pikir Raxion dalam hati.

      Mereka bersama-sama menyusuri hutan dengan hening, lalu Vinze bertanya Kenapa kamu yang Accretia berjalan sendiri? Raxion berhenti sebentar lalu bermaksud menjelaskan Sebenarnya belum sempat dia berkata apa-apa terdengar teriakan keras dari samping mereka KYA!!!!!! Mereka menoleh, rupanya nampak gadis Bellato dikejar segerombolan monster Hobo Blade. Tiba-tiba gadis itu tersandung akar pohon dan jatuh, karena tidak sempat berdiri dia hanya bisa mundur pelan sambil terduduk. Vinze mengeluarkan Sickle Staff-nya, tapi Raxion menghalangnya sambil berkata Ini kesempatan bagus untuk mencoba Launcher baruku, bisakan kamu memerintahkan Paimonmu untuk menahan Hobo-Hobo itu selama aku mencoba me Lock On target? Aku mengerti ujar Vinze, lalu dia bergumam Aku memanggilmu wahai engkau yang menjadi pedang dan perisaiku. KELUARLAH ANIMUS PAIMON!! Paimon keluar dan Vinze langsung memerintahkannya Pateus, sebisa mungkin tahan Hobo-Hobo dari gadis Bellato itu. Paimon mengangguk lalu terbang kearah Hobo-Hobo tersebut. Salah satu Hobo Blade mengangkat pedangnya dan bermaksud menebas gadis itu, tapi langsung ditahan Paimon.

      Raxion mengeluarkan Launchernya dari dan memantapkan pijakannya. Dia berusaha berkonsentrasi pada Hobo-hobo itu, yang untungnya semuanya berada di 1 garis tembakan. Setelah yakin targetnya dia menarik pelatuknya, tapi dia terkejut karena tembakannya tidak keluar Apa yang?! Belum dia selesaikan kalimatnya, ujung Launcher itu terkumpul energi dan semakin besar. Karena sedikit kaget Raxion melepaskan jarinya dan langsung saja energi itu meledak dan menyembur ke depan, namun semburan energi itu seperti kerucut. Raxion tidak dapat menahan dorongan energi itu dan membuat dia terdorong mundur sedikit. Vinze yang melihat kejadian itu langsung berteriak ke Paimon PATEUS, LINDUNGI GADIS ITU CEPAT!!!! Paimon langsung meninggalkan Hobo tadi dan langsung mendekap gadis itu.

      Hobo-Hobo itu melihat ke samping, namun belum sempat mereka berbuat apa-apa ledakan itu sudah mengenai mereka dan menimbulkan asap. Baik Vinze maupun Raxion tidak bisa melihat untuk sementara karen asap yang tebal itu. Setelah asap itu menipis barulah mereka terkejut. Hobo-Hobo itu lenyap, hanya meninggalkan jejak seperti bayangan mereka, dan pohon-pohon sekitar juga banyak yang hancur. Raxion sedikit terpana, dia melihat kearah meteran digital Launcher. Meteran itu menunjuk sisa energinya adalah 64% dan kemudian mulai melakukan pengisian. Tembakan sekuat itu hanya memakan 36% tenaga, apa jadinya jika 100% tenaganya terpakai. Salah sedikit saja tanpa Siege Kit aku akan terlempar Pikirnya dalam hati. Vinze bersiul ringan Rupanya tembakan Charge Launcher Accretia memang dashyat yah. Raxion memandang Launcher itu, lalu menyimpannya sambil berkata Harusnya tidak, Launcher ini sudah dimodifikasi.

      Vinze baru teringat gadis tadi dan Paimon, jadi mereka bergegas ketempat Paimon. Dia menemukan Paimon tidak terluka dan sedikit lega, lalu dia bertanya Gadis itu? Paimon berbalik dan menunjuk ke gadis Bellato yang pingsan. Raxion melihat ke gadis itu, rambutnya berwarna pink diikat bulat di kiri kanan dan wajahnya imut. Vinze sedikit lega, lalu dia berbalik bertanya ke Raxion Apa yang harus kita lakukan? Raxion melihat langit berkata Sudah mulai senja, terlalu berbahaya untuk kita bergerak malam. Dikeluarkan petanya dan dipelajarinya sebentar, lalu dia melanjutkan Tak jauh didepan kita ada sungai dan tanah lapang, kita berkemah saja disana. Raxion menatap ke gadis itu dan berkata lagi Untuk sementara ini kita bawa dia juga, sampai dia bangun barulah kita putuskan apa yang harus kita lakukan. Vinze mengangguk setuju, lalu mereka melanjutkan perjalanan.

      Sampai di tanah lapang yang dimaksud, Raxion meletakkan gadis Bellato itu dan membuka mantelnya untuk menyelimuti dia. Vinze mengumpulkan ranting-ranting kering dan dikumpulkan ranting tersebut di jadi 1. Raxion mengambil batu-batu kecil dan diletakkannya mengelilingi ranting tersebut. Kalau mau nyalakan, biar kupakai Force api. Ujar Vinze semangat sambil mengeluarkan tongkatnya lagi. Raxion melarangnya, dikeluarkan 2 batu kecil dari tas pinggangnya. Vinze sedikit bingung bertanya Apa itu? Batu api, jika digesekkan akan keluar bunga api. Raxion menjelaskan sambil menggesek batu itu, tak lama api kecil muncul dan ditambahkan ranting kering lagi sampai apinya jadi besar.

      Vinze bersiul kagum sedikit, lalu dari kantongnya dikeluarkan daging. Dia mencari ranting untuk menancapkan dan membakarnya. Selang beberapa lama, gadis itu mulai terbangun, sepertinya dia terbangun karena aroma daging itu. Gadis itu mengucek-ngucek matanya, yang berwarna biru langit, dan sedikit terkejut ketika melihat Vinze dan Raxion. Raxion menenangkannya sambil berkata Tenanglah, kami melihat kamu dikejar-kejar gerombolan Hobo tadi, jadi kami menolongmu. Kamu pingsan tadi, jadi terpaksa kami bawa juga. Tidak mungkin kami meninggalkan seorang gadis di hutan sendirian. Vinze menawarkan daging tadi sambil tersenyum Kamu pasti lapar, ini makanlah. Gadis itu mengambilnya sambil mengucapkan terima kasih dan memperkenalkan diri Namaku Miriam, Ranger Infiltrator, terima kasih sudah menyelamatkanku.

      Setelah menghabiskan makanan. Raxion bertanya padanya Kenapa kamu seorang diri ditempat seperti ini? Miriam dengan muka sedikit merah menjelaskan Sebenarnya saya hanya bermaksud berjalan keluar sedikit dari wilayah Perserikatan, tapi saya tersesat, dan suka tidak tahu arah. Jadinya aku berjalan sampai kesini. Raxion sedikit terdiam, lalu melanjutkan Tapi, inikan sudah jauh sekali dari wilayah Koloni Perserikatan. Lagi-lagi muka Miriam memerah melanjutkan Memang begitu, karena tidak punya peta saya hanya berusaha mengikuti arah matahari terbenam, tapi begitu masuk hutan saya jadi tidak tahu arah lagi dan rupanya terus ke timur. Mereka berdua hanya bisa terdiam karena sedikit terkejut. Lalu Raxion melihat kearah Vinze dan bertanya lagi Kalau kamu? Vinze menyandarkan punggungnya, lalu bercerita Aku bermaksud ke benua timur, karena kudengar sebuah cerita orang tuaku ketika kecil. Miriam bertanya Apakah orang tua-mu masih hidup?

      Vinze menggeleng kepalanya Orang tuaku keduanya adalah Grazier, mereka cukup terkenal. Tapi mereka meninggal ketika berusaha menahan monster ganas yang menyerang Pos di Koloni Alliansi, waktu itu aku masih kecil. Kemudian aku diasuh kakekku yang seorang ilmuwan, makanya aku suka meneliti monster baru dan mempelajari bahasa lain. Barulah Miriam kaget dan sadar Jadi karena itukah kamu bisa mengerti bahasa Bellato? sedikit bangga Vinze berkata Begitulah. Tapi kalau Raxion aku tidak tahu. Aku hanya dipasangi Talk Jade, jadi aku mengerti bahasa kalian. Raxion menjelaskan, lalu dia bertanya Kalau begitu, Animus-Animus itu adalah punya orang tuamu? Ya, kakek memberikannya ketika aku sudah menjadi Grazier. Merekalah temanku yang terbaik. Hening sebentar lalu Raxion kembali bertanya Sebenarnya cerita apa yang kamu dengar ketika kecil? Vinze berpikir sedikit, lalu dia menceritakan Orang tuaku sering menceritakan, meski kita bertiga selalu berperang, tetapi katanya disuatu daerah di benua timur, baik Accretia, Bellato maupun Cora hidup berdampingan. Mendengar itu Raxion mendongak, dalam hatinya berkata Utopia

      Miriam dengan mata yang berbinar-binar berkata Akan sangat bagus kalau memang ada tempat seperti itu. Vinze ketawa kecil lalu melanjutkan Sebenarnya tempat itu ada. Raxion dan Miriam kaget, melihat reaksi mereka berdua dia menjelaskan Sekitar seminggu yang lalu, aku melihat sebuah buku di tempat kerja kakek. Buku itu tidak ada judul dan sampulnya kucel. Setelah kulihat rupanya itu buku harian, didalamnya terdapat nama ayahku. Dibuku itu ayah bercerita kalau sebelumnya dia termasuk salah satu anggota inspeksi Novus dan dari sanalah juga dia bertemu ibuku, mereka dikirim ke benua timur untuk menyelidiki daerah tersebut. Selama berkeliling berhari-hari banyak teman mereka yang gugur karena monster-monster yang jauh lebih kuat dari pada sini.

      Vinze menghembuskan nafas sebentar lalu melanjutkan Suatu hari mereka pingsan karena kecapekan, mereka mengira sudah mati. Selama itu samar-samar mereka melihat suatu pemandangan ganjil, ketiga bangsa yang harusnya bermusuhan, hidup berdampingan dan saling membantu. Awalnya mereka mengira mereka sudah di berada di tempat Decem, tapi ketika membuka mata barulah sadar kalau mereka masih hidup. Luka mereka dibalut dan mereka pun merasa lebih sehat. Meski begitu pemandangan yang mereka lihat ketika pingsan itu sama sekali tidak ada. Beberapa hari kemudian bantuan datang dan mereka pulang dengan selamat. Kemudian merekapun menikah.

      Ketika aku sedang melihat-lihat lagi buku harian itu, kakek memergokiku. Dia memarahiku dan mengancam apapun yang terjadi aku tidak boleh menuju ke benua timur. Lanjutnya sambil mengenang Tentu saja aku menentangnya, malamnya aku diam-diam keluar setelah meniggalkan sepucuk surat pada kakek. Saat ini dia pasti lagi marah-marah sambil membaca surat itu Miriam yang mendengarkan mulai bertanya Apakah kamu tidak sedih meninggalkan kakekmu? Vinze menjawab Memang, tapi bagaimanapun juga aku ingin melihat dengan mata kepalaku sendiri tempat yang diceritakan orang tuaku.

      Hening sebentar, lalu Vinze bertanya pada Raxion Kalau kamu? Raxion diam sebentar, lalu dia menceritakan semuanya. Awal peperangan di Ether, wanita Cora yang dibebaskan, pertemuannya dengan Bellato Nomaden, serta alasan dia mulai melakukan perjalanan. Setelah selesai Vinze menundukkan kepala berkata Terima Kasih sudah membebaskan wanita itu Raxion terheran bertanya Untuk apa kamu berterima kasih? Apakah dia kenalanmu? Vinze menjelaskan Dia memang bukan siapa-siapa bagiku, tapi kami adalah sebangsa Cora, jadi kami adalah saudara. Miriam mendekati Raxion dan mendekap tangannya berkata Terima kasih juga sudah membela Bellato nomaden itu. Saya yakin saya tidak salah menilai kamu meski kamu adalah Accretia. Raxion hanya menundukkan kepala Tapi aku sama sekali tidak bisa melakukan apa-apa pada pasangan Bellato di Ether itu. Miriam menggeleng-geleng menjawab Tidak, bagaimanapun juga itu adalah takdir. Karena mereka jugalah akhirnya kamu bisa kesini.

      Vinze berdiri dengan semangat berkata Yosh, kalau gitu kita sama-sama ke benua timur. Setuju? Miriam nampak antusias berteriak kecil Yay. Raxion hanya diam saja, dia melihat langit lalu berkata Sudah malam, sebaiknya kalian tidur. Biar aku yang berjaga saja. Vinze dan Miriam menganggu setuju. Mereka mengeluarkan kain dari tas mereka dan memakainya sebagai selimut. Subuhnya mereka belum bangun tapi Raxion sudah menghilang. Dia meninggalkan surat dan salinan peta untuk mereka. Suratnya berisi Aku akan jalan sendirian, bagaimanapun juga aku tidak ingin merepotkan orang lain lagi. Maaf.

      Raxion berjalan sudah cukup jauh dari perkemahan tadi. Dilihatnya lagi peta miliknya, dan dia sadar kalau tidak jauh lagi sudah keluar dari hutan ini. Dia menoleh ke belakang dan berkata Kuharap kalian berdua tetap selamat. Tak lama setelah jalan, dia berhasil keluar hutan. Tapi dia terkejut melihat Vinze dan Miriam sudah menunggunya di luar hutan. Hei, kamu terlambat. Padahal kalau kamu lihat baik-baik petamu ada jalan pintas keluar hutan lho. ujar Vinze sambil mengedipkan matanya. Kalian. Kenapa? Bukankah sudah kukatakan aku tidak ingin merepotkan lagi? Tanya Raxion. Vinze menepuk bahunya berkata Jangan seenaknya berkata merepotkan, justru berkat petamu lah baru kita bisa keluar bukan? Lagi pula tujuan kita samakan? Memang betul, tapi bagaimana dengan Miriam? Raxion memandangnya, Miriam menjawab Saya sudah terlanjur sampai disini, jadi saya putuskan ingin ikut dengan kalian. Meski saya sedikit ceroboh dan kikuk, tapi saya yakin saya pasti bisa membantu.

      Tapi Raxion berusaha membantah. Vinze melanjutkan Jika Accretia, Bellato, Cora yang ditulis ayahku saja bisa bekerja sama dan hidup damai, mengapa tidak dengan kita? Bagaimanapun juga kita sudah menjadi teman seperjalanan bukan? Raxion terdiam sebentar, dia melihat ke Vinze lalu Miriam. Akhirnya dia menyerah berkata Baiklah, mulai sekarang mohon bantuan kalian. Vinze tersenyum bangga menjawab Sama-sama Raxion. Miriam juga tersenyum manis. Mereka lalu melanjutkan perjalanannya.

    • 5. TEMPLE

      Tambang Crag, beberapa saat sebelum perang. Tiap-tiap bangsa sudah mulai menyiapkan diri di masing-masing Pengendali Chip, bahkan 1 jam sebelum perang. Di Pengendali Chip milik Accretia, nampak semua unit, baik Expert maupun Elite mulai berkumpul. AS-00 dan Wakil Archon lainnya juga sudah disana. Begitu semua unit untuk war sudah terkumpul, AS-00 memberikan ceramah Dengar, pada perang sebelumnya kita hamper berhasil merebut Chip milik Cora, tapi karena Bellato kita terpaksa harus mundur untuk melindungi Chip kita. Jadi hari ini kita harus bisa merebut Chip Cora dan Bellato, MENGERTI!! Serentak semua unit menjawab dengan semangat SIAP KAMI MENGERTI TUAN ARCHON!!!!

      AS-00 melanjutkan Dalam perang kali ini karena harus menyerang ke 2 tempat, aku tidak bisa memberi semua perintah. Meski merebut 2 Chip, tapi prioritas kita adalah Chip Cora. Jadi yang menyerang ke Cora dengar komando kami, sedang yang menyerang ke Bellato dengar komando unit Elite. AS-00 melihat ke semua unit, lalu dia melanjutkan Sekarang aku akan membagi unit-unit yang akan melakukan pertahanan. Jadi yang kupanggil langsung ke tempat yang kuminta MENGERTI!!! SIAP!!!


      20 Engineer pasang Guard Tower di dekat Chip!! Yang diperintah langsung bergerak ke arah Chip dan memasang Guard Tower di sekitar Chip, setelah selesai AS-00 melanjutkan 30 unit Scout pasang di perangkap di dekat Chip dan membantu menghalangi musuh masuk. 30 unit Dementer bersiap-siap di dekat Chip, tembaki mereka yang berusaha masuk kedalam. Kalau ada yang masuk serang mereka, kalau perlu ledakin diri Scout yang dimaksud mulai memasang perangkap-perangkap di Chip dan mengeluarkan senjatanya, Dementer juga mengeluarkan senjatanya dan mulai melakukan persiapan. AS-00 melanjutkan lagi 60 unit campuran Gunner dan Striker mengelilingi Chip bentuk 2 lapis, Striker didalam dan Gunner menutupi celah-celah bebatuan. Pasang Siege Kit kalian dan jangan pernah disimpan!!! Langsung saja mereka bergerak melingkari Chip dan memasang Siege Kit untuk melindungi supaya tidak ada yang masuk. 100 unit gabungan Gladius dan Mercenary hadang musuh supaya tidak maju ke Striker dan Gunner. Striker dan Gunner tembaki musuh yang ditahan mereka. 100 unit yang dimaksud maju dan melindungi Gunner dan Striker di belakangnya.

      10 Phantom Shadow bagi jadi 2 grup dan awasi Chip musuh. 10 Phantom Shadow langsung menghilang, mereka membagi jadi 2 grup dan bergerak ke Chip musuh. Sisa unit bagi menjadi 2 grup sama rata, yang satu ikut kami ke Chip Cora, yang satu lagi ke Chip Bellato. Sisa unit itu mulai membagi diri menjadi 2 kelompok, yang menyerang ke tempat Bellaro mulai bergerak ke kiri. Setelah selesai, AS-00 memandang Chip sebentar lalu memberi perintah lagi. Unit Pertahanan jangan pernah bergerak dari pos masing-masing, jika sudah terdesak hubungi Wakil Archon dan biar mereka yang mengkoordinir. Kemudian
      AS-00 mengeluarkan pedangnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi berteriak SEMOGA KEKUATAN KERAJAAN MENYERTAI KALIAN DAN KALIAN TIDAK MEMALUKAN NAMA YANG MULIA!!! UNTUK KERAJAAN!!! Semua unit juga mengangkat senjatanya berseru UNTUK KERAJAAN!!! HHHHOOOOO!!!

      Kemudian tiap-tiap Pengendali Chip mulai aktif pertanda perang sudah dimulai. Unit yang diperintah ke Chip Bellato mulai bergerak, sedangkan Archon dan Wakil Archon beserta unit lain mulai bergerak menuju ke Chip Cora. Belum setengah perjalanan nampak pasukan Cora bermunculan. Deretan Animus-Animus mulai nampak, dan mereka juga maju menyerang Accretia. Melihat Animus-Animus keluar, langsung saja Mercenary dan Assaulter menahan Animus-Animus itu, Striker dan Gunner menembakinya. Punisher juga mulai menyerang Grazier dan Summoner yang dibelakang Animus. Meski bergerak bersamaan Archon dan Wakil Archon maju paling depan dan mulai menghajar Cora-Cora yang maju menantang mereka. AS-00 dikepung oleh kumpulan Templar Knight, Guardian, dan Black Knight. Salah satunya berkata AS-00 kau harus membayar atas perbuatanmu dulu. Wakil Archon kami kau lukai sampai koma dan hingga sekarang belum sadar.

      AS-00 mengangkat bahu dan berkata Itukan karena salahnya yang menyerangku dari belakang. Masih untung aku tidak membunuhnya. Ah salah ya, yang benar aku tidak sempat membunuhnya. Cora-Cora yang mengepungnya nampak marah, bahkan mulai menyerang dengan penuh emosi. AS-00 tenang-tenang saja, dia mengeluarkan pedangnya, hanya saja bukan 1 bilah Strong Intense Hora Sword, melainkan 2 bilah. Melihat itu mereka terkejut, tapi tidak sempat mempertahankan diri. AS-00 mengeluarkan jurus Tornadonya yang langsung menebas mereka semua, tapi karena jaraknya terlalu jauh luka mereka tidak terlalu dalam. Cora tadi menahan lukanya memandangi AS-00 berkata Tidak mungkin, bagaimana mungkin kamu bisa membawa 2 bilah pedang seperti itu?

      Tampaknya AS-00 tidak memberi ampun, dia bermaksud mengeluarkan jurus lainnya. Tiba-tiba dari depan muncul 6 orang Warlock, mereka mengeluarkan serangan bola angin, karena menyerang bersamaan bola angin itu jadi besar. Bola angin itu tampak mengenai AS-00 dan mengeluarkan asap, melihat itu salah satunya berseru Yes, akhirnya dia bisa dilukai. Tapi begitu asap menipis, mereka terkejut karena nampak Siege Kit Accretia, rupanya OP-52 mengeluarkan Siege Kitnya dan melindungi AS-00. Dia menoleh ke AS-00 berkata Huh sudah kubilang, kalau tidak ada aku, kau sudah mati 100 kali. Diangkatnya Siege Kit itu dan diarahkan ke Warlock tadi, dia juga mengeluarkan satu Launcher lagi ditangan kirinya dan dipasang Siege Kit juga. Diantara Wakil Archon, OP-52 memang terkenal dengan julukan The Mad Striker yang mampu mengangkat Siege Kit yang berat dan memakai 2 Launcher sekaligus. Ditembaknya gerombolan Warlock itu dengan jurus Doom Blast dan Dread Fire, membuat gerombolan Warlock itu kena serangan telak.

      OP-52 sambil menyimpan Siege Kitnya memaki Huh gerombolan sampah!! Tiba-tiba disekelilingnya bermunculan Assasin yang bermaksud melakukan Sneak Attack. Belum mulai menyerang mereka sudah tumbang, rupanya LK-67 dan QG-92 menyerang mereka semua. QG-92 meletakkan pedang di bahunya dengan santai berkata Seperti biasa kamu suka lengah OP-52. OP-52 menatapnya berkata dengan nada ancaman Huh aku tidak perlu nasihat dari anak kecil seperti kamu. LK-67 paling ahli bergerak diam-diam dan membunuh musuhnya tanpa suara sehingga dijuluki The Silent Assasin, sedangkan QG-92 terkenal dengan kombinasi jurusnya yang hampir tidak ada celah sehingga dijuluki The Unbreakable.

      Tiba-tiba tanah di Tambang Crag bergetar, QG-92 berusaha menyeimbangkan diri berteriak Apa ini, apa mungkin gerombolan MAU? AS-00 mendapat komunikasi dari salah satu unit, dia mendengarnya. Unit itu berkata dengan gelisah Tuan Archon, Pengendali Chip kita. Jadi aneh. Wakil Archon lain, yang juga bisa mendengar percakapan itu, tersentak kaget. Mereka melihat kearah Pengendali Chip. Meski posisi mereka cukup jauh, mereka masih bisa melihat Pengendali Chip dari posisi mereka. Pengendali Chip mereka bergoyang dengan hebat, lalu hancur berkeping-keping. Meski begitu Chipnya masih melayang-layang. Tiba-tiba ada komunikasi lagi, AS-00 kembali mendengar Disini Phantom Shadow yang mengintai Chip Bellato, Pengendali Chip mereka tiba-tiba hancur dan Chipnya melayang-layang. Belum habis kekagetan mereka, komunikasi terhubung lagi, terdengar suara Disini Phantom Shadow pengintai Chip Cora. Pengendalinya tiba-tiba hancur, meski begitu Chipnya selamat dan hanya melayang-layang diatas puing-puing.

      Terdengar suara raungan keras dari arah tambang tengah, serentak semua berhenti bertempur dan menutup telinga mereka. Raungan itu berhenti, belum selesai AS-00 memahami arti raungan itu, salah satu unit yang berada di dalam tambang tengah menghubungi AS-00 melaporkan Tuan Archon, ada kejadian aneh. Holy Stone Keeper yang seharusnya tidur tiba-tiba bangun dan meraung sangat keras. Lalu WAAAAA!! Komunikasinya terputus, AS-00 hanya bisa menduga unit tadi sudah mati dibunuh Holy Stone Keeper. Sekali lagi terdengar suara raungan yang lebih keras dari sebelumnya, tiba-tiba ketiga Chip bersinar dan terbang ke tambang tengah. Ketiga Chip itu hanya berputar-putar di atas tambang tengah. Semuanya hanya bisa terdiam melihat kejadian aneh itu. QG-92 berbalik bertanya pada AS-00 Apa yang harus kita lakukan Tuan Archon? AS-00 memasang komunikasi global, lalu berseru Kepada semua unit, hentikan pertempuran. Mundur ke markas sekarang juga!!! Semua unit langsung berlari menuju ke portal milik Kerajaan, ada juga yang menggunakan gulungan teleport ke markas. AS-00 berkata pada Wakil Archon lain Kita mundur dulu, sekarang ini tidak ada yang bisa kita lakukan. Lebih baik kita melapor ke Race Manager. Mereka lalu bergerak mundur, nampaknya Cora dan Bellato juga memilih keputusan yang sama. Sebelum memasuki portal, sekali lagi AS-00 melihat kearah 3 Chip itu. Ketiga Chip itu masih berputar-putar di atas tambang tengah.

      Raxion cs sudah tiba Bud Plateau dan berjalan ke Amanus Peninsula. Selama perjalanan, mereka saling berbagi cerita dan pengalaman. Miriam merupakan anak dari pasangan berprofesi Armor Driver, sebenarnya orang tuanya ingin dia juga menjadi Armor Driver tapi Miriam ingin mencoba menjadi Ranger. Raxion bertanya Apa orang tuamu tidak khawatir dengan kamu yang sudah menghilang selama seminggu? Miriam hanya menjawab dengan tersenyum Mereka sudah biasa kok, saya sudah diijinkan untuk mandiri sejak menjadi Expert. Jadi sudah hal yang biasa saya tidak pulang ke rumah untuk beberapa lama. Pernah karena tersesat, saya meninggalkan rumah sampai 4 bulan.

      Dalam perjalanan, mereka sudah banyak bertemu monster-monster. Tapi kerja sama mereka sangat hebat dan rapi. Biasanya Vinze melakukan support dari belakang dengan Force, Raxion dan Animus maju menyerang monster, dan Miriam memasang jebakan atau menyerang dari belakang, meski terkadang agak ceroboh sampai serangannya hampir mengenai mereka. Malamnya mereka berkemah dan saling bercerita mengakrabkan diri, lama-lama Raxion bisa merasakan kedekatan dengan mereka Mungkin inilah yang disebut persahabatan sejati, seperti kata Horad. Pikirnya dalam hati.

      Ketika melanjutkan perjalanan, Raxion yang sambil jalan memeriksa peta tiba-tiba dikagetkan teriakan Vinze. Rupanya didepan mereka ada sebuah kuil tua. Miriam melihat kagum kuil itu, sedangkan Vinze bersiul dengan nyaring. Raxion mengamati kuil itu, lalu memeriksa peta sekali lagi, dia berkata pada mereka berdua Aneh, menurut peta sama sekali tidak ada kuil dimanapun. Kenapa begitu yah? Vinze menoleh ikut melihat peta itu, lalu menjawab Mungkin lupa dimasukkin. Miriam nampak antusias, lalu mendesak mereka berdua dengan mata berbinar-binar Kita masuk yuk, kuil tua itu kayaknya menarik. Siapa tahu ada harta karun atau Force kuno. Sekali lagi Raxion melihat kuil tua itu, dia memandang samping kuil. Nampaknya kuil itu sangatlah luas, bahkan susah untuk melihat ujungnya, juga sangat tinggi.

      Setelah menimbang sebentar Raxion mengangguk sambil menutup petanya Baiklah, kita masuk saja. Biasanya kuil seperti itu ada pintu tembusnya, mungkin kita bisa menghemat waktu kita. Mereka masuk ke dalam kuil itu, kuil tua itu tampaknya rapuh, tapi jika diamati seksama fondasinya masih berdiri kuat. Hal ini membuat mereka sedikit lega karena mengira kuil ini mungkin akan runtuh suatu saat. Ketika masuk kedalamnya mereka mengira akan muncul di aula yang luas mengingat tinggi kuil itu ketika dilihat dari luar, tetapi rupanya tidak. Masuk ke dalamnya mereka langsung melihat patung, tapi patung itu sudah agak hancur dan hanya tersisa setengah badannya. Di samping patung itu nampak patung lain yang berbentuk seperti monster, hanya saja bentuknya berbeda dengan monser yang pernah mereka lihat selama ini.

      Miriam mendekat dan mengamatinya sebentar, lalu berkata Sepertinya patung monster ini sedikit aneh ya, matanya merah sekali. Lagipula tangannya banyak dan tanduknya tumbuh dimana-mana. Vinze berjalan ke pintu dibelakang patung itu, sedangkan Raxion juga mendekati patung itu. Setelah mengamati dengan seksama, dia kemudian sadar kalau dibawah kaki kedua patung itu nampak figur-figur kecil seperti orang dan monster. figure-figur yang di bawah kaki monster itu nampak diinjak olehnya, sedangkan yang berada disamping patung yang satu lagi sepertinya menyembah patung itu. Hei, coba kalian kesini. Vinze berteriak pada mereka. Miriam dan Raxion berjalan menuju ke asal suara. Vinze menunjuk ke tembok sambil berkata Coba kalian lihat, sepertinya gambar-gambar ini menceritakan sesuatu yah?

      Raxion yang melihat gambar itu berusaha mencoba memahaminya. Gambar itu sudah agak rusak karena tembok yang retak serta cat yang luntur. Dari gambar itu dia bisa melihat sebuah planet, lalu planet sepertinya didiami oleh sekumpulan makhluk. Makhluk-makhluk itu sepertinya memuja 3 potong batu yang melayang. Di gambar selanjutnya 3 potong batu itu nampak bersinar dan makhluk-makhluk itu ketakutan. Gambar berikutnya nampak gambaran monster, Miriam yang melihat gambar itu berseru Hei, bukankah itu gambar dari patung monster di depan tadi? Raxion dan Vinze mengamati dengan seksama gambar itu, memang gambar monster itu persis seperti patung monster yang ada di depan tadi. Raxion bergerak ke samping melihat gambar berikutnya, dilihatnya monster itu mengenggam 3 potong batu yang bersinar itu. Didepan monster itu nampak seorang pria raksasa yang bertangan 4 memegang 3 macam senjata pedang, tongkat, dan busur panah.

      Mereka melihat kalau gambar itu berhenti, mengira kalau sudah habis. Tapi ketika berbalik rupanya gambar itu disambung ke tembok belakang mereka. Nampak monster dan pria besar itu bertarung sampai menghancurkan permukaan planet bahkan makhluk-makhluknya. Gambar berikutnya menampakkan monster itu terkapar dan 3 potong batu itu melayang didepan pria raksasa itu. Kemudian monster itu tampak diikat dan dikurung di bawah tanah, diatasnya nampak banyak batu-batu seperti kristal. Gambar terakhir menampakkan 3 potong batu itu dipisah dan diletakkan di 3 tempat berbeda.

      Vinze melihat gambar itu dari awal dan berusaha mencernanya, lalu dia bergumam Sepertinya gambar ini bercerita kalau ada monster yang berusaha mengambil 3 potong batu yang bersinar. Tapi dihentikan oleh pria raksasa yang akhirnya mengalahkan dan menyegelnya. Raxion mengangguk setuju, dia kembali melihat gambar-gambar itu dengan seksama. Entah mengapa dia merasa kalau gambar 3 potong batu itu pernah dia lihat dimana. Miriam menyusuri gambar sampai keujung pintu, dia melihat ada ukiran aneh. Dia berseru pada mereka Vinze, Raxion coba kalian ukiran ini.

      Vinze yang duluan berjalan kearah Miriam sambil bertanya Apa yang kamu temukan Miriam? Miriam menunjuk ke ukiran yang ada didekat pintu. Vinze melihat ukiran itu lalu sadar Mungkin ini tulisan kuno suatu bangsa, biar kulihat dulu. Dia lalu mengeluarkan buku dari tasnya lalu dibolak-balik. Raxion tiba-tiba sadar kalau dia memang pernah lihat batu itu Apa mungkin? Tapi masa sudah selama ini? tanyanya dalam hati. Dia lalu berjalan bergabung dengan Miriam dan Vinze. Setelah melihat ukiran itu sebentar, Raxion bertanya Bagaimana? Apa kamu menemukan sesuatu? Vinze menutup bukunya menghela nafas Tidak ada, bahkan dibuku panduan bahasa kuno inipun tidak ada bahasa seperti ini. Sepertinya bahasa ini sudah sangat tua.

      Mereka kemudian masuk lagi lebih dalam, didalamnya nampak ada tangga naik dan turun. Selain itu diantara tangga nampak pintu yang bersinar, Raxion melihat pintu itu berkata Sepertinya pintu itu menuju keluar belakang kuil ini ya. Vinze melihat tangga yang menuju keatas, lalu berkata Kalau begitu bagaimana jika kita keatas lihat-lihat dulu? Siapa tahu ada sesuatu disana? Raxion dan Miriam mengangguk setuju. Mereka mendaki tangga itu keatas, mendapati rupanya hanya naik 1 lantai dan tidak ada tangga lain lagi. Ruangan di lantai itu sangat luas, tapi sangat kosong. Begitu yang mereka kira awalnya, sampai Vinze mengeluarkan Sickle Staffnya dan mengeluarkan api kecil untuk penerangan. Miriam yang melihat kebawah berteriak KYA!!! lalu mendekap ke Raxion. Baik Raxion maupun Vinze bisa melihat alasannya, dibawah kaki mereka banyak tulang-tualng. Hanya saja tulang-tulang itu tidak jelas punya siapa, selain sudah menguning dan berdebu ukuran tulangnya juga berbeda-beda.

      Vinze mendekat ke 1 tulang yang bersandar di tembok, dia melihat struktur tulang itu seperti manusia, hanya saja rongga matanya ada 1 bukan 2, selain itu sepertinya punya tanduk di kepalanya. Dia lalu ingat makhluk yang digambar itu dan sepertinya cocok dengan bentuk tulang ini. Ketika Raxion mendekat dia berkata Coba lihat, bukankah mirip dengan makhluk yang digambar? Raxion mengamatinya dengan seksama menjawab Kamu benar. Sembari berdiri Vinze bertanya Sebenarnya apa yang sudah terjadi di sini? Miriam melihat sekeliling, lalu sambil menunjuk ke ujung ruangan berseru Hei lihat itu, sepertinya ada batu aneh disana.

      Vinze mengarahkan tongkatnya keujung ruangan, rupanya bukan batu melainkan pisau yang bertatahkan batu, hanya saja pisau itu bentuknya seperti kunci. Raxion mendekati pisau itu lalu diangkatnya untuk diteliti. Memang pisau itu berbentuk kunci, hanya saja ukirannya tidak simetris seperti kunci biasa. Vinze ikut melihat kunci itu, lalu berkata Mungkin ada baiknya kita membawanya dengan kita, masih ada ruang bawah tanah. Siapa tahu ada sesuatu dengan kunci itu. Raxion mengangguk lalu menyimpan kunci itu ke tasnya.

      Mereka menuruni tangga kembali ke lantai sebelumnya. Lalu berjalan turun ke ruang bawah tanah. Ruang bawah tanah juga gelap sehingga Vinze tetap membiarkan Force apinya menyala diujung tongkatnya. Ruang bawah tanah itu nampak bersih dan sempit, hanya saja nampak banyak ukiran-ukiran yang sama seperti mereka lihat di ruangan bergambar. Mereka mencoba meneliti di sekelilingnya, tapi tidak menemukan sesuatu yang ganjil sampai Miriam tersandung sesuatu. Rupanya ada tanaman merambat di bawah kakinya. Dia mencoba menarik putus tanaman itu, lalu muncul lubang aneh dibalik tanaman itu. Miriam memanggil mereka dan menunjuk ke lubang itu, Vinze menepuk kepalanya berkata Good Job Miriam. Miriam tersenyum bangga. Raxion menunduk melihat lubang itu, lubang itu berbentuk tanda + (plus), selain itu tidak ada yang istimewa. Vinze mengamati lubang itu sebentar, lalu bertanya Raxion coba keluarkan kunci tadi. Raxion merogoh tasnya mengeluarkan kunci itu. Tapi dilihat bagaimanapun kunci itu tipis, tidak mungkin dimasukkan ke lubang itu.

      Miriam melihat dengan bingung bertanya Jangan-jangan kuncinya ada 2 ya? Raxion sekali lagi melihat kunci itu, dia menemukan sesuatu yang ganjil, garis tengah kunci itu seolah-olah ingin membelah kunci itu jadi 2. Sedangkan dipangkal kunci yang bulat itu itu, nampak seperti 2 lingkaran. Jangan-jangan Raxion mencoba memutar salah satu lingkaran itu, Vinze berkata Hati-hati, kunci itu sudah agak tua. Jangan sampai patah. Tiba-tiba terdengar suara klik ringan. Kunci yang tadinya hanya tipis berbentuk 2 dimensi, mulai memutar menyamping. Pangkal kunci bulat yang bagian dalam mulai menyilang. Miriam terkejut berseru Jika dilihat dari ujung, bentuknya pas dengan lubang ini.

      Dengan hati-hati Raxion memasukkan kunci itu kelubang, awalnya tidak pas membuat mereka harus mencoba-coba dulu posisi yang tepat. Setelah dirasa pas, Raxion memutar kunci itu. Setelah satu putaran, terdengar suara seperti roda gigi bekerja, kunci itu juga berputar-putar terus. Dinding di hadapan mereka tiba-tiba terbuka. Mereka serentak melihat dinding terbuka lebar. Setelah suara roda gigi itu berhenti, mereka berdiri mendekati ruangan itu. Nampak ruangan itu kosong, begitu yang mereka kira sampai akhirnya mereka melihat sebuah peti tua. Peti itu tidak ada kuncinya, dan berwarna kuning. Vinze berhati-hati membuka peti itu, Miriam yang disampingnya menanti dengan berdebar-debar untuk melihat isi peti itu. Begitu terbuka banyak debu berterbangan. Mereka terbatuk-batuk menutupi hidung dan mengipas-ngipas tangan, kecuali Raxion tentu saja.

      Vinze mendekatkan tongkat untuk melihat isi peti itu, Miriam dan Raxion juga menunduk untuk melihat lebih jelas. Didalam peti itu ada sebuah buku kuno, meski kucel dan kotor tapi sepertinya masih utuh dan bisa dibaca. Vinze membolak-baliknya dengan hati-hati, sedangkan Miriam mencoba meraba dasar peti itu, dan Raxion melihat sekeliling ruangan itu. Sambil menutup pelan buku itu Vinze berkata Aku tidak bisa mengerti bahasanya, tapi ada gambar-gambar didalamnya. Dari gambar itu sepertinya bercerita tentang monster yang tadi. Tangan Miriam sepertinya menyentuh sesuatu, dia mengangkatnya memperlihatkan pada mereka. Setelah mengamati sesaat Miriam berkata Sepertinya kalung yah? Tapi batu yang di tengahnya kok hitam? Raxion bisa melihat kalau batu yang ditengah itu bukanlah hitam, melainkan batu biasa yang sepertinya sudah kehilangan warnanya, dia menjelaskannya pada Miriam. Vinze menyarankan agar Miriam menyimpan kalung itu, mungkin ada gunanya nanti. Sedangkan dia mengeluarkan kain kecil dan membungkus buku itu dengan hati-hati lalu menyimpannya. Setelah mereka keluar ruangan, Raxion mencoba memutar kunci itu kearah sebaliknya lagi. Sekali lagi suara gigi roda terdengar dan kali ini dinding tersebut menutup. Setelah itu dia mencabut kunci itu dan melipatnya menjadi tipis lagi, lalu disimpannya.

      Mereka kemudian naik kembali ke lantai sebelumnya. Sesampainya disana, mereka keluar dari kuil itu. Benar saja dugaan Raxion, pintu itu membawa mereka ke belakang kuil. Dari belakang kuil itu nampak sama dengan depannya. Vinze berkata dengan santai Sepertinya kita menemukan sesuatu yang hebat yah, kalau pulang nanti aku mau meneliti buku tadi. Merekapun melanjutkan perjalanan mereka sampai ke Amanus Peninsula. Mereka memandang laut sebentar, lalu Vinze bertanya Bagaimana caranya kita menyeberang? Miriam melihat Vinze dengan penuh harapan bertanya Apa tidak bisa mengeluarkan Animus menerbangkan kita? Oi oi mana mungkin bisa? Merekakan tidak besar?! Raxion meliha sekeliling, lalu dia menemukan beberapa batang pohon, setelah berpikir sebentar dia berkata Kita buat rakit. Aku pernah diajari caranya oleh Bellato Nomaden sebelumnya. Merekapun mulai bekerja, Vinze mengeluarkan tali miliknya dan Raxion mengikat batang pohon itu menjadi 1. Miriam mencari pohon yang tipis panjang, lalu dia mengikisnya sedikit dan berusaha membuatnya menjadi galah untuk mendayung.

      Setelah selesai Raxion mendorong rakit itu dan menahannya, setelah semuanya naik dia mendorongnya dengan galah panjang buatan Miriam. Setelah agak jauh dia mulai mendayung rakit mereka ke seberang menuju Salk Peninsula.

    • 6. ARCADIA

      Planet Accretia, letak planet itu tidak jauh dari Novus. Meski dibilang tidak jauh sebenarnya dengan pesawat angkasa tercepat pun tetap memakan waktu hampir sehari dari Accretia ke Novus. Di planet Accretia militer memegang kekuatan, jadi tidak heran kalau keadaan planet itu hampir tidak memiliki alam. Para Accretia yang tinggal disana selalu menaati perintah Kaisar. Kaisar diganti jika merasa sudah tidak mampu lagi memerintah. Bangunan di planet tersebut yang paling tinggi adalah Istana tempat tinggal kaisar.

      Dalam Istana yang luas, nampak banyak Accretia yang hilir mudik. Beberapa melakukan penjagaan, beberapa melakukan persiapan dll. Ruang utama terletak di bagian tengah Istana tersebut, meski begitu ruang pribadi Kaisar terletak di puncak Istana. Didalam ruang pribadi Kaisar, nampak Kaisar Accretia sedang melihat ke layar-layar hologram yang mengapung. Wujud Kaisar berbeda dengan Accretia biasa, badannya nampak sedikit besar berkat jirah Kaisarnya, mahkota yang dikepalanya bukanlah terbuat dari emas melainkan hanya metal biasa, meski begitu banyak batu yang menghiasi mahkota itu. Meski memakai jirah dia juga memakai mantel Kaisar, hanya saja mantel tersebut sekarang ini digantung di pojok ruangan.


      Ketika sedang memeriksa file-file yang muncul di sekian banyak layar-layar apung, tiba-tiba dari sampingnya muncul layar hitam, hanya tertulis Sound Only dalam bahasa Accretia. Suara tersebut menyampaikan berita Yang Mulia, kontak dengan planet Novus sudah bisa dilakukan. Race Manager sedang menunggu panggilan anda. Kaisar menyentuh layar apung itu, seketika semua layar menutup, sambil tidak memandang layar hitam itu dia berkata Sambungkan aku dengannya. Siap!! balas suara itu.

      Kaisar meletakkan kedua tangannya didepan mulutnya dan menutup matanya, sepertinya dia sedang berpikir sebentar. Lalu dihadapannya muncul layar apung raksasa, berbeda dengan layar hitam tadi, layar ini menampilkan setengah tubuh Race Manager. Race Manager segera menyampaikan salam Panjang Umur Yang Mulia, semoga keagungan dan kekuatan anda selalu memberkati Kerajaan dengan kemenangan. Kaisar membuka matanya, tapi sama sekali tidak mengubah posisinya berkata Kamu juga Race Manager. Sekarang laporkan apa yang terjadi selama aku kehilangan kontak dengan Novus. Siap Kemudian Race Managerpun menceritakan semuanya, selama mendengarkan Kaisar hanya menutup matanya supaya bisa menyimak semua perkataannya. Setelah selesai, Kaisar berdiam sebentar lalu membalas Jadi, apa yang dilakukan Holy Stone Keeper sekarang? Dan bagaimana keadaan Chip itu? Race Manager menjelaskan Aku sudah mengirim beberapa unit untuk memantau dari jarak yang aman, karena keberadaannya yang dalam di tambang tengah komunikasi jadi agak susah. Tapi laporan terakhir mengatakan Holy Stone Keeper sepertinya mengalami perubahan yang aneh. Kalau tentang Chip sampai sekarang tidak mengalami perubahan, masih terus berputar diatas tambang tengah.

      Kaisar berdiri disamping kursinya dan membelakangi Race Manager, tangannya diletakkan di belakang punggungnya dan dia nampak berpikir sebentar. Race Manager tidak berani menganggunya, karena dia tahu kalau pose Kaisar itu berarti moodnya sedang tidak baik. Tiba-tiba saja lamunan Race Manager buyar ketika Kaisar kembali berbicara Jadi hanya itu saja? Race Manager sedikit menggeleng kepala melanjutkan Sebenarnya masih ada 1 lagi, ini tentang Sample Epsilon. Mendengar kata itu, Kaisar tiba-tiba menoleh ke belakang sedikit. Tanpa membalikkan tubuhnya dia berkata dengan nada memerintah Jelaskan!! Siap! Sekali lagi Race Manager menjelaskan semuanya dan sekali lagi setelah selesai diikuti hening lagi, tapi kali ini pun tidak pendek heningnya. Apa tidak diketahui kemana dia pergi? Kaisar kembali memecahkan keheningan dengan bertanya pada Race Manager. Aku menduga dia mungkin ketempat itu, jika diperiksa, maka semuanya cocok. Race Manager menjelaskan dengan hati-hati. Kaisar ,yang tetap membelakangi layar itu, mengangkat kepalanya dan melanjutkan Kalau memang dia menuju ketempat itu maka dia harus dikejar dan dibawa kembali. Akan kuberikan padamu koordinat tempat itu, kirim Archon beserta Wakil Archon dan juga penganggung jawabnya untuk mengejarnya.

      Race Manager sedikit gusar berusaha menjelaskan Tapi Yang Mulia, karena kejadian Ether kita kehilangan 1 Wakil Archon. Bukankah sebaiknya kita menunggu dulu? Lagipula akan berbahaya jika koloni ini ditinggal Archonnya. Kaisar membalas dengan suara yang berat, namun terdengar seperti marah Aku tidak peduli dengan kurangnya 1 Wakil Archon. Meski tidak memiliki Archon Accretia bukanlah bayi yang tidak bisa dijaga dan juga bukan hewan yang harus ada Archonnya baru bisa bergerak Mengerti??!! Race Manager menjawab dengan suara bergetar Mengerti. Kaisar mengangkat tangan kanannya lalu memberi perintah Kamu sudah boleh pergi. Race Manager sedikit menunduk menjawab Siap!! Lalu layar tadipun mati.

      Kaisar berjalan ke balkon dan melihat keluar. Meski tinggi tapi dia masih bisa melihat aktifitas rakyatnya. Lalu dia melihat kelangit dan menghembuskan nafasnya dengan berat. Dalam hatinya dia berpikir Aku rasa aku terlalu cepat mengambil keputusan. Nampaknya akupun tidak muda lagi. Kemudian dia berbalik dan kembali ke mejanya untuk memeriksa file-file tadi.

      Raxion cs sudah melewati laut dan sampai di Salk Peninsula, merekapun sudah berjalan jauh dan tiba di Acgat Plateau. Selama berkali-kali istirahat, Vinze nampaknya masih berusaha menerjemahkan tulisan-tulisan di buku tua itu, Miriam terkadang memandang kalung itu dengan dalam. Setibanya di daerah paling tinggi di Acgat Plateau, mereka melihat ke bawah untuk mencari Utopia itu. Vinze melihat sekeliling berkata Kalau menurut buku harian ayahku, harusnya disekitar sini. Raxion apa kamu tidak bisa melakukan Zoom? Raxion yang dari tadi berusaha melakukan Zoom dan melakukan Bio Scan membalas Sudah kulakukan dari tadi, mungkin bukan disekitar sini? Tiba-tiba Miriam melihat sesuatu di arah utara, dia mengeluarkan Sniper Scopenya dari tas dan berusaha memfokus dan men-zoom-nya.

      Wajahnya menjadi senang dan dia menarik-narik lengan baju Vinze dan menunjuk kea rah utara sambil memberikan Sniper Scopenya, Vinze melihat kearah yang ditunjuk Miriam dan langsung dia mengerti. Raxion juga menyadari kalau mereka menemukan sesuatu melakukan Zoom di arah yang sedang dilihat Vinze. Dapat dilihat ada asap tipis mengepul, dan nampak ada bangunan yang cukup mencolok. Sambil menyerahkan Sniper Scope kembali ke Miriam, Vinze berkata Jika ada asap pasti ada kehidupan. Ayo kita kesana. Miriam dan Raxion mengangguk setuju, merekapun berjalan keutara.

      Sesampainya di tempat yang dimaksud, didepan gerbang ,yang sebenarnya bukan gerbang melainkan hanya 2 batang pohon besar, sehingga tampak seperti gerbang pintu, mereka dapat melihat dengan jelas bangunan itu. Bangunan itu terbuat dari metal, meski bentuknya aneh dan mencolok namun tingginya tidak seberapa. Lebih kurang setinggi bangunan berlantai 2 pikir Raxion. Miriam agak tidak sabaran mengajak mereka Ayo kita masuk, mungkin saja ini Utopia yang dimaksud. Vinze memandang Raxion, lalu mereka mengangguk setuju. Tapi belum sempat mereka menginjak gerbang, tiba-tiba saja muncul suara BERHENTI!!! bersamaan itu juga muncul 6 bayangan menghadang mereka. 6 bayangan itu rupanya 6 orang yang terdiri dari 3 pasang Accretia, Bellato dan Cora. Masing-masing dari mereka memegang pistol ganda, tombak, pedang, busur, kapak dan tongkat, yang hanya saja bentuknya berbeda dengan senjata yang pernah dilihat Raxion selama ini. Vinze yang melihat senjata itu tiba-tiba matanya menjadi berbinar-binar, sedangkan Miriam yang keheranan bertanya Vinze senjata apa itu? Kok bentuknya beda dengan yang punya kita? Vinze menjawab dengan nada sedikit girang yang ditahan Tidak salah lagi, meski selama ini aku hanya melihatnya dari buku. Itu adalah Relic Weapon. Raxion memandang Vinze bertanya Relic Weapon? Vinze mengangguk menjawab Senjata kuno, meski begitu kekuatannya luar biasa. Katanya itu milik penghuni planet sebelumnya. Raxion jadi ingat, di kuil sebelumnya pria raksasa itu juga menggenggam senjata yang agak mirip dengan senjata itu.

      Sambil tetap menodongkan senjata mereka, salah satu Accretia maju bertanya Apa yang kalian lakukan di tempat seperti ini? Raxion menjawab dengan hati-hati Kami hanya melakukan perjalanan untuk mencari suatu tempat, kami pikir inilah tempatnya. Pria Cora dan pria Bellato yang mendengar itu maju menodongkan senjatanya lebih dekat sambil berkata Mencurigakan. Kalian pasti mata-mata gabungan yang hendak menghancurkan tempat ini. Miriam terburu-buru menjelaskan Tidak, kami hanya kebetulan bertemu dihutan benua sebelumnya. Wanita Cora yang memegang tongkat sedikit membentaknya berkata Jangan karang alasan. Sedangkan wanita Bellato disampingnya sudah bersiap-siap untuk menyerang, Vinze berusaha menenangkan Oi oi, kami ini betul-betul damai kok.

      Untungnya sebelum bertindak lebih jauh, dari arah bangunan itu terdengar suara pria Hentikan Royal Guards. Keenam orang itu langsung berbalik dan berlutut sambil menunduk kearah gedung itu, kemudian terdengar lagi suara lain ,kali ini wanita, melanjutkan Bagaimanapun juga mereka pasti sudah kelelahan karena perjalanan, itu bukanlah caranya menghadapi tamu. Accretia yang kedua itu mengangkat kepalanya menjelaskan Tapi Master, bagaimanapun juga tetap bahaya membiarkan orang lain masuk. Kali ini terdengar lagi suara yang lain ,membuat Raxion kalau orangnya mungkin mengubah suara, berkata Bawa saja mereka masuk, kita bisa mendengarkan alasannya. Serentak keenam orang itu menjawab SIAP MASTER!!! Mereka lalu mengawal Raxion cs masuk kedalam. Jalan dari gerbang ke pintu masuk sesungguhnya sangat panjang, mereka memang menduga kalau jaraknya pasti jauh dari bangunan itu tapi tak menduga kalau sejauh ini.

      Begitu memasuki daerah penduduk, barulah mereka tercengang. Begitu banyak pemandangan ganjil dimata mereka membuat mereka tidak sempat berpikir. Banyak sekali penduduk yang tinggal disana ,ada sekitar ratusan, dan sesuai buku harian ayah Vinze, betul-betul Accretia, Bellato dan Cora yang hidup berdampingan. Ada Accretia yang membantu Bellato membetulkan MAU, bentuk MAUnyapun berbeda dengan MAU selama ini. Wanita Cora yang nampaknya bersuamikan Pria Bellato, bahkan punya anak. Accretia yang membantu Bellato bekerja diladang sambil senda gurau, sekumpulan ibu-ibu Cora dan Bellato yang saling berbincang-bincang. Ada juga bangunan yang seperti sekolah yang isinya banyak anak-anak Bellato dan Cora, sedangkan pengajarnya adalah Accretia, dan juga Cora yang mengajari Bellato Force. Selain sekolah ada juga bangunana yang lain, ada yang seperti rumah sakit, dimana Cora dan Bellato spiritualis menyembuhkan pasiennya, ada juga bangunan seperti pasar yang menjual kebutuhan sehari-hari mereka. Nampak juga bangunan seperti tempat tinggal mereka, meski tidak besar, tapi nampak nyaman. Selain itu pakaian mereka juga berbeda dengan pakaian biasanya, seolah-olah itu adalah pakaian kota ini.

      Akhirnya sebelum mereka sempat bicara, mereka sudah sampai di depan tangga bangunan itu. Memang dari jauh bangunan itu nampak kecil, tapi begitu di depan pintu, barulah Raxion sadar Bukan 2 lantai, melainkan 3 lantai. Ralatnya dalam hati. Keenam orang itu mengajak mereka untuk menaiki tangga, sesampai ditangga terakhir, mereka kembali berjalan menyusuri koridor. Koridor itu agak remang, dan nampaknya tidak semua orang boleh masuk ke tempat itu karena sepi. Akhirnya mereka tiba di sebuah pintu, pintu itu besar dan berdaun 2. Begitu tiba disana, pintu itu langsung terbuka, didalamnya terdapat ruang besar dan agak gelap juga. Ditengah-tengah ruang itu terdapat tangga lagi, tapi tidak begitu tinggi. Diatasnya nampak siluet 3 orang, ketiganya berdiri dan maju kedepan, sedangkan keenam orang tadi berdiri dibawah tangga dengan posisi siap. Salah satu dari ketiga siluet itu menyapa Raxion cs Kalian pasti sudah lelah, selamat datang di Arcadia. Saya Eris. Setelah mereka maju barulah Raxion bisa melihat dengan jelas, ketiga siluet itu adalah Accretia, pria Bellato dan Wanita Cora, tapi pakaian mereka seperti pakaian petinggi, sebuah jubah terusan dengan warna yang berbeda-beda, merah untuk Accreita, putih untuk Cora dan biru tua untuk Bellato. Yang menyapa mereka tadi adalah wanita Cora, lalu dia menunjuk ke Accretia untuk memperkenalkan Dia Ashlan lalu ke Bellato yang disampingnya melanjutkan dan dia Rugardo. Raxion bertanya Arcadia? Kukira ini adalah Utopia. Accretia ,yang dipanggil Ashlan, itu mengangguk menjawab Memang itu yang kalian namakan di luar, tetapi nama tempat ini adalah Arcadia. Miriam agak ketakutan bertanya Anu ini bangunan apa? Dan mereka ini siapa? Pria Bellato ,Rugardo, itu tersenyum lembut menjawab Tidak perlu takut gadis kecil. Ini tempat tinggal kami bertiga, Nirvana. Lalu dia menunjuk keenam orang tadi melanjutkan Mereka adalah pejuang terbaik kami dan juga pelindung kami, kami memanggil mereka Royal Guards. Royal Guards, perkenalkanlah diri kalian.

      Merekapun memperkenalkan diri masing-masing. Yang membawa pistol ganda maju Aku Rayfier, Ranger Phantom Shadow. Pembawa tombak maju berikutnya Aku Chromehound, Gladius Assaulter. Pria Bellato disampingnya yang membawa pedang melanjutkan Namaku Agi, Warrior Berserker. Giliran wanita Bellato pembawa busur menjawab Nama saya Maya, Desperado Sentinel. Pria Cora yang membawa kapak menjawab Namaku Lamborta, Champion Templar. Terakhir, Cora yang membawa tongkat menjawab Saya Ingrid, Caster Warlock. Setelah selesai memperkenalkan diri, Vinze maju dan memperkenalkan diri Maaf terlambat, namaku Vinze dan mereka temanku Raxion dan Miriam. Raxion maju bertanya Kenapa anda semua dipanggil Master? Eris menjelaskan Sebenarnya kamilah yang menemukan tempat ini. Miriam sedikit terkejut bertanya Bukankah tempat ini harusnya sudah lama? Ashlan menggeleng kepalanya membalas Tidak, tempat ini terbentuk baru sekitar 22 tahun. Vinze berpikir sebentar berkata Kalau gitu, tempat yang dilihat ayahku bukan ini? Bukankah dulu ada tim inspeksi Cora yang datang kesini? Rugardo nampak berpikir sebentar, lalu menjawab Ah pasangan Cora itu yah. Kami memang menolongnya, tapi waktu itu baru sedikit yang ikut. Itu sekitar 20 tahun yang lalu yah kalau tidak salah.

      Raxion sedikit penasaran, lalu dia memberanikan diri untuk bertanya Sebenarnya apa yang mendorong kalian melakukan hal ini? Eris memandang kedua temannya sambil tersenyum, lalu menjawab Kami awalnya hanyalah prajurit biasa. Kami bertiga sudah sering bertemu di medan perang, bahkan ketika masih Basic. Setiap kali bertemu kami hanya saling bertarung, dan ketika sudah terluka kami mundur. Hal ini berulang terus-menerus dari Expert, Elite bahkan ketika kami bertiga menjadi Archon. Mendengar itu Vinze sedikit terkejut Anda bilang kalau anda semua mantan Archon. Ashlan mengangguk melanjutkan Karena perang yang panjang dan sering bertemu ini, lama kelamaan kami jadi mengingat dengan jelas wajah-wajah kami. Hingga suatu hari di medan perang, kami saling mengacungkan senjata satu sama lain. Lalu Rugardolah yang pertama kali mengatakan kalau sudah lelah dengan pertempuran tanpa arti ini. Dia lalu mengajak kami untuk lari dan meninggalkan semua ini. Rugardo berdehem melanjutkan Waktu itu kami berpura-pura mati dengan meninggalkan jubah Archon kami yang di lumuri darah. Setelah itu kamipun lari kesini dan membuat tempat tinggal. Awalnya cuma kami, lalu sedikit demi sedikit mulai muncul orang-orang yang juga mulai bosan dengan perang dan bergabung dengan kami. Lama kelamaan tempat ini menjadi ramai, karena kami dianggap penemu akhirnya kami dipanggil Master, walaupun sebenarnya aku tidak terlalu suka dengan panggilan ini Eris tersenyum menatapnya berkata Ngomong apa kamu, bukankah kamu yang paling senang ketika dipanggil begitu. Rugardo hanya bisa sedikit salah tingkah. Ashlan kembali bertanya pada Raxion cs Nah, katakanlah apa keperluan kalian mencari tempat ini?

      Bergiliran Raxion, Vinze, Miriam menjelaskan maksud mereka masing-masing. Setelah selesai Vinze bertanya Jika anda tidak keberatan, bolehkah kami tinggal sebentar? Aku ingin melihat-lihat tempat ini dengan jelas. Eris memandangnya berkata Jika memang ingin kalian boleh tinggal dulu. Lalu dia memandang Raxion melanjutkan Raxion, saya yakin jawaban yang kamu inginkan pasti bisa ketemu. Raxion mengangguk. Rugardo sambil menunjuk keluar berkata Kami biasanya menyiapkan bangunan kosong untuk tamu yang baru tiba, kalian bisa tinggal disana. Kalian tidak keberatankan jika tinggal di satu rumah? Miriam berkata dengan gembira Tentu saja, anda sudah repot-repot menyiapkan begitu, kamipun sangat senang menerima ini. Eris memandang Miriam sebentar, lalu berkata Dari cerita tadi, Cuma kamu yang tidak memiliki Talk Jade ataupun belajar bahasa lain. Kami semua yang tinggal disini sudah biasa menguasai bahasa lain, sehingga tidak ada kesulitan. Lalu dia memandang ke Ingrid berkata Ingrid, tolong berikan anting-anting yang sudah dipasang Talk Jade padanya. Siap! Jawab Ingrid, dia memutari tangga dan menghilang, kemudian muncul lagi sembil membawa kotak kecil. Diserahkannya kotak kecil itu pada Miriam. Miriam kemudian membukanya, didalamnya terdapat sepasang anting-anting kecil dengan batu berwarna biru tua. Eris menjelaskan lagi Pakailah anting-anting itu sehingga kamu tidak kesulitan memahami bahasa yang lain. Miriam membungkuk sambil tersenyum berkata Terima kasih.

      Ashlan kemudian memandang Royal Guards berkata Lamborta, Maya, Chromehound. Kalian antarlah mereka ke rumah yang dimaksud. Ketiga Royal Guards yang disebut langsung menghadap Ashlan menjawab Siap Master. Lalu mengajak mereka untuk meninggalkan ruangan. Sebelum meninggalkan tempat itu, Vinze berbalik bertanya Maaf, apakah kalian punya buku-buku? Aku berniat menerjemahkan buku tua yang kami temukan di kuil. Eris menjawab Tentu, nanti kamu bisa minta salah satu dari mereka untuk menunjukkan perpustakaannya. Bukunya memang sedikit, tapi kami harap ada bisa membantu. Vinze membungkuk dengan gaya elegan seperti bangsawan menjawab Terima Kasih. Lalu merekapun ke rumah yang dimaksud. Rumah itu hanya 2 lantai, meski luarnya tidak terlalu bagus tapi dalamnya terlihat nyaman. Beberapa perabotanpun sudah ada. Chromehound menjelaskan Ada yang kalian inginkan katakan saja, akan kami coba penuhi. Kamar mandi ada di ujung lantai satu. Katanya sambil menunjuk, lalu dia melanjutkan Sedangkan tempat tidur ada di lantai 2. Maya mengajak Vinze keluar sebentar lalu menunjuk ke bangunan disamping sekolah menjelaskan Perpustakaan berada disana. Jika baca disana tidak ada persyaratan, jika ingin bawa pulang kamu harus meninggalkan jaminan dulu. Setelah menjelaskan semua ketiga Royal Guardspun meninggalkan mereka dan berjalan kembali ke bangunan tadi. Raxion cs masuk ke rumah setelah mengucapkan salam, merekapun melepaskan penat karena sudah capek.

      Namun tidak ada yang tahu kalau bahaya yang sebenarnya masih mengintai.
        


1 comment:

  1. Boleh nanya, apakah anda kenal saya? Darimana anda mengambil cerita ini? Kenapa anda sembarangan mengambil cerita org lain dan di post di blog anda tanpa ada ijin atau disclaimer?

    ReplyDelete